MANAJEMEN RISIKO PADA PENENTUAN STRATEGI PEMELIHARAAN BERDASARKAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEBOCORAN PIPELINE SEBAGAI UPAYA MITIGASI RISIKO DI PT. X

Whilda Kamila Sari, Haryono Haryono
Submission Date: 2015-07-10 11:49:07
Accepted Date: 2016-01-21 11:37:54

Abstract


Kebocoran pipeline menjadi masalah besar dalam proses pendistribusian minyak karena fenomena ini memberikan dampak yang besar. Kent Muhlbauer (2004) menyebutkan ada empat faktor utama yang menyebabkan kebocoran pipa, yaitu third party damage index, design index, corrosion index, dan incorrect operation index. Third party damage index dipengaruhi oleh minimum depth of cover, above ground facilities, line locating, public education programs, dan row condition. Atmospheric indicators, internal corossion, dan fluid characteristic digunakan untuk menggambarkan corrosion index. Design index dijelaskan oleh faktor safety indicators, fatigue, dan surge potential. Incorrect operation index dipengaruhi oleh operation dan maintenance. Manajemen risiko terdiri dari identifikasi, evaluasi, dan pengelolaan. Confirmatory Factor Analysis (CFA) digunakan dalam identifikasi risiko untuk menemukan variabel yang signifikan dari faktor kebocoran pipa. Semua variabel signifikan untuk kasus ini dan ditemukan hubungan antarvariabel. Dengan menggunakan Analytical Network Process (ANP), bobot faktor digunakan untuk mengevaluasi risiko dengan matriks risiko. Berdasarkan hasil pengukuran dan evaluasi risiko ditemukan bahwa tingkat risiko pipa dalam keadaan sedang, dimana faktor internal corrosion memiliki bobot tertinggi. Dengan metode Risk Based Inspection (RBI) dirumuskan strategi pemeliharaan berupa intelligent pigging, pigging, injection chemical inhibitor, dan injection chemical biocide sehingga diperlukan biaya sebesar $157,670 per tahun untuk melakukan upaya preventif tersebut.


Keywords


ANP;CFA;kebocoran pipeline;RBI;manajemen risiko

References