Pemodelan Indeks Pembangunan Gender dengan Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline di Indonesia

Nurul Fajriyyah, I Nyoman Budiantara
Submission Date: 2015-07-22 18:52:02
Accepted Date: 2016-01-22 12:11:58

Abstract


Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan indeks pencapaian kemampuan dasar pembangunan manusia yang sama seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan memperhatikan ketimpangan gender. Indonesia memiliki IPG yang rendah jika dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia dan Australia. Dalam hal pembangunan manusia sering dibahas mengenai perbedaan gender, dimana berfokus pada bagaimana mencapai kesetaraan gender dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia tanpa membedakan laki-laki dan perempuan. Hal ini terkait dengan tujuan dari MDGs yaitu mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu diselidiki faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap IPG di Indonesia menggunakan regresi nonparametrik spline. Pendekatan regresi nonparametrik spline dapat digunakan untuk memodelkan IPG di Indonesia karena pola data pada penelitian ini tidak membentuk suatu pola tertentu. Berdasarkan penelitian ini, model regresi nonparametrik spline terbaik adalah spline yang memiliki nilai GCV minimum yaitu kombinasi knot (1,2,1,3,3,3,2,3) dengan semua variabel signifikan yaitu Angka Partisipasi Sekolah (APS) SD/Sederajat penduduk perempuan, APS SMP/Sederajat penduduk perempuan, APS SMA/Sederajat penduduk perempuan, Angka Buta Huruf penduduk perempuan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja penduduk perempuan, rasio jenis kelamin, rasio jenis kelamin saat lahir, dan persentase penduduk perempuan mempunyai keluhan kesehatan. Regresi spline linier menghasilkan R2 sebesar 99,81%.


Keywords


GCV; IPG; Regresi Nonparametrik; Spline; Titik Knot

References


Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2013). Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2013. Jakarta: Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Nurhaeni, I.D.A. (2009). Kebijakan Publik Pro Gender. Surakarta: UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press).

Fitarisca, A.V. (2014). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Gender (IPG) dengan menggunakan Regresi Probit. Tugas Akhir S1 yang tidak dipublikasikan. Jurusan Statistika FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Hafizh, U.Q. (2013). Pemodelan Disparitas Gender di Jawa Timur dengan Pendekatan Model Regresi Probit Ordinal. Tugas Akhir S1 yang tidak dipublikasikan. Jurusan Statistika FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Merdekawati, I.P. (2013). Pemodelan Regresi Spline Truncated Multivariabel Pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Arfan, N. (2014). Pendekatan Spline untuk Estimasi Kurva Regresi Nonparametrik (Studi Kasus Pada Data Angka Kematian Maternal di Jawa Timur). Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Eubank, R.L. (1988). Nonparametric Regression and Spline Smoothing. New York: Mercel Dekker.

Wahba, G. (1990). Spline Models For Observasion Data. SIAM Pensylvania.

Budiantara, I.N. (2005). Model Keluarga Spline Polinomial Truncated dalam Regresi Semiparametrik. Surabaya: Berkala MIPA, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Wei, W.W.S. (2006). Time Series Univariate and Multivariate Methods. Canada: Addison Wesley Publishing Company, Inc.

Joumilena, E. (2014). Wajah Pendidikan Papua Masih Tampak Suram. Papua: Tabloid Jubi.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.