Desa Wisata Sebagai Desa Relokasi Dengan Prinsip Simbiosis

Die Tia Begin, Angger Sukma Mahendra
Submission Date: 2015-08-04 14:39:15
Accepted Date: 2016-01-21 09:25:58

Abstract


Peristiwa meletusnya gunung berapi seringkali diikuti dengan kerusakan yang terjadi pada daerah sekeliling gunung api tersebut. Salah satunya adalah pemukiman dan perkebunan warga yang ada di sekitar gunung. Kerusakan ini sering kali sangat parah sehingga wilayah ini tidak dapat lagi dihuni, oleh karena itu dibutuhkan sebuah pemukiman relokasi untuk warga. Seperti yang terjadi pada pemukiman di sekitar Gunung Sinabung. Maka ditetapkan lah sebuah area relokasi di Siosar. Dimana setelah dilihat, ternyata wilayah ini memiliki potensi untuk dijadikan sebagai desa wisata. Perancangan desa relokasi yang juga merupakan desa wisata tentu saja memerlukan beberapa penyesuaian, karena pasti ada hal-hal yang bertentangan dan harus saling bersanding dalam objek rancang. Dengan demikian perancang merasa bahwa prinsip rancang Simbiosis oleh Kisho Kurokawa tepat digunakan dalam objek rancang. Dengan prinsip rancang ini diharapkan didapatnya rancangan yang baik dan dapat memberikan kenyamanan baik baik penduduk maupun bagi wisatawan yang berkunjung ke desa ini.


Keywords


Bencana, Desa, Relokasi, Simbiosis, Wisata

References