Estimasi Produksi Minyak dan Gas Bumi di Kalimantan Utara Menggunakan Metode Cokriging

Eka Oktaviana Romaji, I Nyoman Latra, Sutikno Sutikno
Submission Date: 2016-07-21 14:21:14
Accepted Date: 2016-12-19 18:57:56

Abstract


Kegiatan manusia sangat bergantung pada minyak bumi dan gas alam. Seiring dengan terus meningkatnya konsumsi minyak dan gas bumi per tahun, maka perusahan yang bergerak di bidang migas dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan migas tersebut dengan biaya produksi yang seminimal mungkin. Jika eksplorasi di lakukan di medan yang sangat sulit, karena cadangan migas di permukaan bumi sudah habis, maka pada tahapan ini memerlukan biaya yang relatif besar. Oleh karena itu  diperlukan metode untuk mengetahui titik persebaran minyak dan gas bumi tanpa melalui tahap ekplorasi. Salah satu metode geostatistika yang dapat digunakan adalah metode cokriging. Cokriging merupakan metode untuk mengestimasi titik yang meminimalkan kesalahan estimasi dengan menggunakan korelasi silang antara dua variabel yakni variabel utama (primer) dan variabel tambahan (sekunder) serta memperhatikan aspek spasial. Untuk melihat keakuratan interpolasi dengan cokriging dapat dilihat niai dari R2pada cross validation. Nilai R2 yang dihasilkan untuk mengestimasi minyak dan gas bumi sebesar 99,7% dan 99,99%. Hasil estimasi produksi minyak bumi tertinggi sebesar 61.055 bbls berada dilokasi sumur A19 dan hasil estimasi produksi minyak bumi terendah sebesar 26.702 bbls yang berada dititik A12. Hasil estimasi produksi gas bumi tertinggi terdapat di titik A14 sebesar 165.095 mscf dan produksi gas bumi terendah berada di titik A12 sebesar 71.826 mscf.


Keywords


Minyak Bumi; Gas Bumi; Cokriging; Kalimantan Utara

References