Integrasi Budaya dan Alam dalam Preservasi Candi Gambarwetan

Shinta Octaviana Putri, Rabbani Kharismawan
Submission Date: 2016-07-27 13:10:42
Accepted Date: 2016-12-13 00:00:00

Abstract


Banyak bangunan bersejarah atau cagar budaya yang mengalami kerusakan di Indonesia. Kerusakan ini dapat ditimbulkan oleh dua faktor. Faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain usia dan proses pelapukan. Sedangkan faktor eksternal antara lain faktor alam, lingkungan, dan manusia. Salah satu cagar budaya yang mengalami kerusakan adalah Candi Gambarwetan yang terletak di Desa Sumberasri, Kab. Blitar tepatnya di kaki Gunug Kelud. Candi ini masih dalam proses observasi oleh pihak BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) Mojokerto. Pelestarian cagar budaya yang baik adalah pelestarian dengan mempertimbangkan aktifitas masyarakat lokal dan wisatawan serta kondisi lingkungan. Metode narasi adalah metode penyampaian informasi dengan melibatkan elemen bangunan dan pengguna. Metode narasi diterapkan pada jalur sirkulasi, dimana terdapat dua pengguna yang memiliki jalur sirkulasi berbeda namun selaras dan tidak saling terganggu. Dalam proses pelestarian candi Gambarwetan tidak hanya menjaga candi dari kerusakan, tetapi juga membuat interaksi antar pengguna berjalan harmonis. Preservasi Candi Gambarwetan dikemas dalam bentuk museum terbuka, dimana wisatawan mendapatkan informasi mengenai kegiatan masyarakat lokal dan menikmati alam dari kawasan candi Gambarwetan

Keywords


candi Gambarwetan; museum terbuka; preservasi; Sumberasri

References