Meningkatkan Eksistensi Kampung melalui Arsitektur sebagai Tantangan Modernisasi Kota Surabaya

Aji Kurnia Sudarmawan, Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi, Kirami Bararatin
Submission Date: 2016-07-27 15:36:56
Accepted Date: 2016-12-13 10:18:58

Abstract


Surabaya, banyak aspek yang dapat menggambarkan seperti apa Surabaya itu. Tidak hanya sebagai kota Pahlawan yang digambarkan dengan monumen Tugu Pahlawan (Gambar 1). Surabaya sejak dulu selalu berkembang dengan budaya dan masyarakatnya. Kota Metropolitan, mungkin julukan tersebut yang dipandang masyarakat luas sekarang. Maka ada sebuah pertanyaan besar apabila kita semata-mata menyatakan kota metropolitan sebagai identitas Surabaya di luar lingkup besaran skala kota. Identitas kota pada hakekatnya adalah citra mental yang terbentuk dari ritme natural tempat dan ruang tertentu yang mencerminkan waktu serta ditumbuhkan dari dalam secara mengakar oleh aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya, serta mengacu pada makna individualitas yang mencerminkan perbedaan dengan objek lain serta pengenalannya sebagai entitas tersendiri. Citra mental Surabaya itu sendiri terdapat pada sebuah tempat yaitu “kampung” (Gambar 2). Kampung adalah bagian dari kota yang sekilas memberikan makna ruang yang menggambarkan identitas melalui berbagai entitas yang berbeda-beda. Perlu penyelesaian secara mikro untuk menggambarkan entitas yang berbeda-beda tersebut. Sebuah ruang yang menggambarkan sejarah dan interaksi sosial secara luas dan semestinya. Konsep kampung yang dikemas sebagai galeri sebagai objek wisata merupakan solusi untuk meningkatkan eksistensi kampung.

Keywords


arsitektur perilaku; identitas; kampung; perkembangan kota

References