Desain Interior Museum Borobudur dengan Pencahayaan sebagai Aksen dan Penunjang Visual

Silvia Yuni Hendrastuti, Prasetyo Wahyudie
Submission Date: 2016-07-29 04:55:34
Accepted Date: 2017-02-01 00:00:00

Abstract


Tujuan dari ruang pamer museum adalah untuk memamerkan dan memajang kelebihan suatu benda koleksi kepada pengunjung. Oleh karena itu tampilan suatu ruang pamer museum haruslah komunikatif agar isi yang disampaikan dapat diterima oleh pengunjung. Tentunya kegiatan ini tidak terlepas dari pengamatan visual, sehingga tampilan secara visual benda pamer dan sekitarnya perlu diperhitungkan agar menjadi bahasa komunikasi yang baik dan menarik dalam sebuah ruang pamer museum. Pencahayaan merupakan salah satu penunjang visualisasi dari benda-benda koleksi dan ruang pada museum. Dengan pencahayaan yang tepat dan baik, pengunjung dapat melihat objek-objek tidak hanya secara jelas namun juga menarik dan membangkitkan kenyamanan visual pengunjung. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner, studi pustaka & pembanding. Metode ini dilakukan guna untuk mendapatkan beberapa variabel yang selanjutnya diolah dan dikembangkan menjadi sebuah konsep desain akhir. Lebih lanjut lagi, didapatkan sebuah langgam untuk desain interior museum Borobudur yaitu dengan konsep budaya Jawa dan modern yang dipadukan dengan unsur pencahayaan. Pencahayaan yang digunakan berupa perpaduan pencahayaan alami dan buatan. Penerapan beberapa teknik pencahayaan pada desain museum ini ternyata dapat menampilkan objek benda pamer tersebut selain lebih menarik, juga menjadi aksen yang menjadi nilai tambah museum.

 


Keywords


Museum Borobudur; Pencahayaan; Ruang Pamer Museum

References