Spektra Fluorosens Darah Golongan A dan B dalam Pelarut Metanol dan Etanol

Estu Yoga Elmi Gesa, Fredy Kurniawan
Submission Date: 2016-07-29 10:53:02
Accepted Date: 2016-11-23 18:14:55

Abstract


Uji fluorosensi senyawa telah digunakan untuk mempelajari darah manusia yang berguna untuk penentuan penyakit. Darah dapat mengemisikan spektra fluorosens yang berbeda dalam kondisi lingkungan yang berbeda. Karena itu pelu dilakukan studi mengenai darah dengan spektrofotometer fluorosens untuk mengetahui spektra fluorosens darah. Penentuan spektra fluorosens darah golongan A dan B dalam pelarut metanol dan etanol telah dilakukan. Hasil yang didapat adalah golongan darah A dan golongan B memiliki spektra yang sama dalam pelarut metanol. Dalam pelarut metanol darah golongan A dan B memiliki spektra eksitasi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 210 nm, 255 nm, 277 nm dan spektra emisi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 303 nm, 557 nm, 600 nm. Darah golongan A dan golongan B memiliki spektra yang sama dalam pelarut etanol. Dalam pelarut etanol darah golongan A dan B memiliki spektra eksitasi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 221 nm, 257 nm, 342 nm dan spektra emisi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 427 nm, 686 nm.

Keywords


Spektrofotometer fluorosens; Golongan darah A; Golongan darah B

References