Uji Potensi Fermentasi Etanol Yeast Tanah yang Diisolasi dari Metode Budidaya SDN di Daerah Batu, Jawa Timur

Dwi Yanuar Rakhma Sari, Triono Bagus Saputro, Anton Muhibuddin
Submission Date: 2016-08-05 09:52:30
Accepted Date: 2016-11-23 18:14:55

Abstract


Yeast merupakan salah satu mikroorganisme tanah yang banyak ditemukan di daerah rhizosfer. Salah satu kemampuan yeast adalah fermentasi. Budidaya SDN merupakan metode budidaya tanaman yang bertujuan memperbaiki area rhizosfer sehingga nutrisi tesimpan dengan baik. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi fermentasi etanol dan tingkat kadar produksi etanol pada isolat genus yeast Candida (1), Candida (2), Lindnera, Saccharomyces, Saccharomycopsis dengan menggunakan konsetrasi glukosa yang berbeda. Metode utama penelitian ini meliputi subkultur yeast tanah, uji fermentasi gula, uji fermentasi substrat glukosa, pengukuran kadar gula reduksi dan pengukuran kadar etanol. Fermentasi substrat glukosa dilakukan menggunakan berbagai konsentrasi yaitu 10%, 20% dan 30% dengan lama fermentasi 24 jam. Isolat yang mampu tumbuh pada subkultur medium YMEA adalah yeast Saccharomyces dan Lindnera. Hasil uji fermentasi menunjukkan bahwa isolat yeast Lindnera dan Saccharomyces berpotensi menghasilkan etanol dengan kadar etanol tertinggi pada konsentrasi substrat glukosa 30 % sebesar 60,7% pada isolat Lindnera dan 69,5% pada isolat Saccharomyces

Keywords


Etanol; fermentasi; Lindnera; Saccharomyces; yeast.

References


M. Ma’shum, J. Soedarsono, dan L. Susilowati. “Biologi Tanah. CPIU Pasca IAEUP, Bagpro Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia”. Ditjen Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. (2003).

R. Wardani. “Analisis Kualitas Lahan Untuk Kebun Apel Pada Berbagai Bentuk Lahan Di Kecamatan Bumiaji Batu”. Universitas Brawijaya. Malang. (2005).

W. Meng, C. Jia-Kuan, C and L. Bo. “Characterization of bacterial community structure and diversity in rhizosphere soils of three plants in rapidly changing salt marshes using 16S Rdna”. Pedosphere. Vol.17, No.5 (2007) 545–556.

R.E. Hoagland, dan R.D. Williams. “The Influence of Secondary Plant Compounds on The Associations of Soil Microorganisms and Plant Roots. In The Chemistry of Allelopathy. Biochemical Interactions among Plants”. Washington D. C: American Chemical Society: (1985) 301–325.

A.G. Kartasapoetra, M. M. Sutedjo dan R. D. S. Sastroatmodjo. “Mikrobiologi Tanah”. Jakarta: Rineka Cipt. (1991).

B.J.J. Lugtenberg and Lev V Kravchenko. “Tomato Seed And Root Exudate Sugars:Composition, Utilization By Pseudomonas Biocontrol Strains And Role In Rhizosphere Colonization”. Enviromental Microbiology. Vol 1 (5). (1999). 439-446

A. Muhibuddin, dan I. Sastrahidayat. “Soil Drive Nutrients Creation through Alternate Host System Propagation of VAM to Support Selective Exploration of Microbial Fermentation”. Universitas Brawijaya. Malang. (2015).

S. Fardiaz. “Mikrobiologi Pangan I”. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama. (1992).

K. Van-Rijj. “The Yeasts: A Taxonomic Study”. Elsevier Science: Amsterdam. 1987.

V. Lundblad dan K. Struhl. “Yeast. Current Protools in Moleculer Biology”. USA: John Wiley and Sons, Inc. (2008).

V.N. Jisha, R.B. Smitha and S. Pradeep. “Versatility of Microbial Proteases”. Advances in Enzyme Research 1: (2013) 39-51.

S. Maturindo. “Hidrolisis Enzimatis Limbah Tongkol Jagung Oleh Penicillium sp. H9 Dengan Variasi Ph Dan Suhu”. (Skripsi). Surabaya: Universitas Airlangga. (2014).

F.I. Oktavia, D.A Bambang, dan L. Musthofa. “Hidrolisis Enzimatik Ampas Tebu (Bagasse) Memanfaatkan Enzim Selulase dari Mikrofungi Trichoderma reseei dan Aspergillus niger Sebagai Katalisator dengan Pretreatment Microwave”. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. Vol. 2 No. 3.(2014) 256-262.

M. Bhavan. “Tables For Alkoholmetry Pyknometer Method”. Bureau Of Indian Standarts. New Delhi. (1991).

J.P. Harley, Lansing, dan Prescott, Laboratory Exercises in Microbiology Fifth Edition, New York: Mc Graw-Hill Companies. (2002).

C.P. Kurtzman, C.J Robnett, C. J. and E. Basehoar-Powers. “Phylogenetic relationships among species of Pichia, Issatchenkia and Williopsis determined from multigene sequence analysis, and the proposal of Barnettozyma gen. nov., Lindnera gen. nov. and Wickerhamomyces gen. nov”. FEM Yeast Res 8, (2008) 939–954

C.P. Kurtzman and W.F. Jack. “The Yeast A Taxonomic Study”. Elsivier. NewYork. (1998).

W. Winn, S. Allen, W. Janda, E. Koneman, G. Procop, P. Schreckenberger, and G. Woods. “Color atlas and textbook of diagnostic microbiology, 6th ed”. Lippincott, Williams and Wilkins, Philadelphia, PA. (2006).

E. Oura. “Reaction Product of Yeast Fermentations”. Di dalam H. Dellweg (ed.). Biotechnology Volume III. Academic Press, New York. (1983).

R. Natsir. “Hubungan Salinitas Perairan Dengan Kuantitas Bioetanol yang Dihasilkan Oleh Nipah (Nypa fruticans) Pada Berbagai Metode”. Skripsi. Makassar. Program Studi Ilmu Kelautan. Universitas Hasanuddin. (2003).

H. Subekti. “Produksi Etanol dari Hidrolisat Fraksi Selulosa Tongkol Jagung oleh Saccharomyces cerevisiae”. Skripsi. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. (2006).

Y. Jungwoo. “Enhanced Bioethanol Production by Zymomonas mobilis in Response to the Quorum Sensing Molecules AI-2”. Thesis. Durham University. (2011).

T. Roukas. “Continuous Ethanol Production fromNonsterilized Carob Pod Extract by Immobilized Saccharomyces cerevisiae on Mineral Kissiris Using A Two-reactor System”. Journal Applied Biochemistry and Biotechnology, Vol. 59, No. 3. (1996).

Wignyanto. Suharjono, dan Novita. “Pengaruh Konsentrasi Gula Reduksi Saei Hati Nanas dan Inokulum Saccharomyces cerevisiae Pada Fermentasi Etanol”. Jurnal Teknologi Pertanian. VOL. 2, NO. 1, (April 2001) : 68-77.

F. Hartina, A. Jannah, A. Maunatin. 2014. “Ferementasi Tetes tebu Dari Pabrik Gula Pagotan Madiun Menggunakan Saccharomyces cerevisae Untuk menghasilkan Bioetanol Dengan Variasi pH Dan Lama Fermentasi”. Alchemy. 3(1): (2014) 93-100.

T. Arifa, A. Madiha, and F. Tasnim. “Effect Of Cultural Conditions on Ethanol Production By Locally Isolated Saccharomyces Cerevisiae”. BIO-07. J. App Pharm 3(2): (2010) 72-78.

D.R. Berry dan C. Brown. “Physiology of yeast growth, in Yeast Biotechnology”. Berry D.R., Rusell I. and Steward G.G., Eds., Allen & Unwin London 159. (1987).


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.