Pengaruh Kombinasi Media Pembawa Pupuk Hayati Bakteri Pelarut Fosfat Tehadap pH dan Unsur Hara Fosfor dalam Tanah

Nailul Firdausi, Wirdhatul Muslihatin
Submission Date: 2016-08-05 10:24:42
Accepted Date: 2016-11-23 18:14:55

Abstract


Kandungan fosfor di dalam tanah sangat rendah tersedia untuk tanaman karena terikat oleh koloid tanah. Pemberian pupuk hayati mampu melarutkan fosfat dalam tanah sehingga tersedia untuk tanaman. Pembuatan pupuk hayati memerlukan media pembawa untuk meningkatkan viabilitas bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi media pembawa bakteri pelarut fosfat terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian meliputi peremajaan isolat Bacillus sp, pembuatan pupuk hayati, perhitungan TPC (Total Plate Count), penanaman kacang tanah, dan  pengukuran  pH dan unsur hara P dalam tanah. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan unsur hara Fosfor (P) tersedia untuk tanaman. Perlakuan B1, B2, dan B5 terjadi peningkatan secara signifikan unsur hara P dibandingkan sebelum tanam. Perlakuan B3, B4, dan B6 terjadi peningkatan unsur hara P sangat rendah. Sedangkan pH menunjukkan kisaran netral antara 6,5-7,2. Kisaran pH ini termasuk sesuai dengan pertumbuhan optimum bakteri dan ketersediaan P dalam tanah


Keywords


Bacillus sp; Fosfor; Media Pembawa; Pupuk Hayati

References


Laiwakabessy, “Kesuburan Tanah”. Bogor : IPB Press 2003.

Arcand, M.M., K.D. Schneider, “Plant and microbial based to improve the agronomic effectiveness of phosphate rock”: (A Review. An. Acad. Bras. Cienc). 78 (2008) :791-807.

Parman, “Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Tertumbuhan dan Produksi Kentang (Solanum tuberosum L.)” Buletin Anatomi dan Fisiologi Vol. XV, No. 2. (2007).

Adesemoye, A.O., Kloepper, J.W. “Plant-microbes interactions in enhanced fertilizer-use efficiency”. Appl Microbiol Biotechnol. 85, 1-12. (2009).

Gholami, A., “The Efferct of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) ON Germination, Seedling Growth and Yield of Maize”. World Academy of Science, Engineering and Technology : 49. (2009).

Keneni, A., Assefa, F., and Prabu, P. C.,. “Isolation of Phosphate Solubilizing Bacteria from the Rhizosphere of Faba Bean of Ethiopia and Their Abilities on Solubilizing Insoluble Phosphates” J. Agr. Sci. Tech., 12: 79- 89 (2010).

Chen YP, Rekha PD, Arunshen AB, Lai WA, and Young CC, “Phosphate solubilizing bacteria from subtropical soil and their tricalcium phosphate solubilizing abilities”. Appl.Soil Ecol. 34 (2006) : 33-4.

Raharjo, B. “Penapisan Rhizobakteri Tahan Tembaga (Cu) dan Mampu Mensintesis IAA dari Rizosfer Kedelai (Glicyne max L.).” (Tesis) Bandung : Institut Teknologi Bandung (2004).

Shariati, Shayan,“Application of Vermicompost as a Carrier of Phosphate Solubilizing Bacteria (Pseudomonas fluorescens) in Increase Growth Parameters of Maize”. International. Journal of Agronomy and Plant Production. Vol., 4 : 8-10 ( 2013).

Ambak, K., and Melling, L. “Management Practices for Sustainable Cultivation of Crop Plants on Tropical Peatlands” The International Symposium on Tropical Peatlands Bogor : UGM Press (2000).

Ansori, T. (2005, May 10). “Bahan Organik Tanah”. Available: http://elisa1.ugm.ac.id/

Muraleedharan, H., S. Seshadri dan K. Perumal. “Biofertilizer (Phosphobateria)” Chennai :Shri AMM Murugappa Chettiar Research Centre Taramani (2010).

Nurhidayati, T. dan T. Hidayati. “Potensi Rhizobium dan Mikoriza Arbuskula dalam Efisiensi Penyerapan Nutrien sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Kacang Hijau (Vigna radiata) pada Lahan Pesisir.” (Penelitian Dosen Muda (LITMUD)). Direktoral Jenderal Perguruan Tinggi. Jakarta (2008).

Simanungkalit, R. D. M., Husein E., dan Saraswati. “Baku Mutu Pupuk Hayati dan Sistem Pengawasannya”. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. : Bogor (2006).

Dwidjoseputro. “Dasar-dasar Mikrobiologi”. Malang: Penerbit Djambatan. (2005).

Hasanudin dan B.M. Gonggo. “Pemanfaatan Mikrobia Pelarut Fosfat dan Mikoriza untuk Perbaikan Fosfor Tersedia, Serapan Fosfor Tanah (Ultisol) dan Hasil Jagung (pada Ultisol)”. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 6 (2004) : 8-13.

Novriani. “Pengelolaan Unsur Hara P (Fosfor) Pada Budidaya Jagung”. J Agronobis., 2 (3) (2010) : 42-49.

Santoso, E. “Hubungan Perkembangan Ektomikoriza dengan Populasi Jasad Renik dalam Rizosfer dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Eucalyptus pellita dan Eucalyptus urophylla”. Desertasi Doktor. Bogor : Program Pasca Sarjana IPB (1997).

Widawati, S. dan Suliasih. “The application of soil microbe from Wamena Botanical Garden as biofertilizer (compost plus) on purple eggplant (Solanum melongena L.)”. Gakuryoku 11 (4): in-press(2005).

Pelczar,M.J; and E.C.S.Chan. “Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid 2.” Jakarta: UI press (2005)

Noviana, Lailia dan Raharjo, Budi. “Viabilitas Rhizobakteri Bacillus sp. DUCC-BR-K1.3 pada Media Pembawa Tanah Gambut”. J BIOMA Vol 11 (1) (2009) : 30-39.

Purwaningsih, S. “Isolasi, Populasi dan Karakterisasi Bakteri Pelarut Fosfat pada Tanah dari Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Sulawesi Utara”, Biologi, 3 (1):22- 31. (2003).

Masita, Etha, Khotimah Siti, Linda Riza. “Bakteri Pelarut Fosfat Hasil Isolasi dari Tiga Jenis Tanah Rizosfer Tanaman Pisang Nipah (Musa paradisiaca var. nipah) di Kota Singkawang”. Jurnal Protobiont. Vol 2 (2) (2013) : 93 - 101

Rajasekaran, S., Ganesh Shankar, K., Jayakumar, K., Rajesh, M., Bhaaskaran, C., Sundaramoorthy, P. “Biofertilizers current status of Indian agriculture”. J. Environ. Bioenergy, 4(3): 176 1. (2012).


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.