Respon Tanaman Jagung (Zea mays L.) Verietas Manding terhadap Cekaman Salinitas (NaCl) secara In Vitro

Nur Fadlilatus Sholihah, Triono Bagus Saputro
Submission Date: 2016-08-05 11:21:29
Accepted Date: 2016-11-23 18:14:56

Abstract


Kebutuhan Zea mays setiap tahunnya mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut akan sulit dipenuhi mengingat semakin berkurangnya lahan pertanian akibat konversi lahan pertanian menjadi area perumahan. Saat ini, hal tersebut dapat diatasi dengan pemanfaatan lahan salin. Salah satu masalah dalam penggunaan lahan salin adalah adanya kandungan salinitas yang tinggi yang berdampak buruk bagi pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Sehingga, perlu dilakukan uji ketahanan Z. mays varietas lokal Indonesia terhadap cekaman salinitas secara in vitro. Pada penelitian ini, menggunakan varietas Manding. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon dan tingkat ketahanan kalus Z. mays varietas Manding terhadap cekaman salinitas (NaCl). Kalus diinduksi pada medium MS0 + 2,4-D 3 ppm selama 28 hari. Setelah itu, kalus diberi perlakuan dengan menambahkan NaCl (0, 2500, 5000, 7500 ppm) pada medium MS0 + 2,4-D 3 ppm dan diinkubasi selama 28 hari. Selanjutnya, dilakukan pengamatan morfologi kalus, perhitungan persentase kalus hidup serta pertambahan berat kalus yang mampu bertahan. Hasil yang diperoleh yakni terjadi perubahan morfologi terhadap warna kalus, semakin tinggi konsentrasi NaCl menunjukkan terjadinya browning. Persentase kalus hidup menunjukkan bahwa kalus varietas Manding mampu bertahan di setiap tingkat konsentrasi. Dan pada pertambahan berat kalus menunjukkan bahwa terjadi penurunan berat kalus seiring dengan meningkatnya konsentrasi NaCl pada medium

Keywords


In vitro; Kalus; Salinitas; Zea mays.

References


R. Neni Iriany, M. Yasin H. G., dan Andi Takdir M. “Asal, sejarah, evolusi dan taksonomi tanaman jagung”. Maros : Balai Penelitian Tanaman Serelia (2008).

M. Askari Kuruseng dan Muhammad Farid. “Analisis heritabilitas tanaman jagung tahan salinitas dan kekeringan hasil induksi mutasi dengan sinar gamma”. Jurnal Agrisistem. Vol. 5 : No. 1, (2009) Halaman 30-39.

Rajurkar Ashish Balkrishna and Shende S. S. “In vitro screening and molecular genetic markers associated with salt tolerance in maize”. African Journal of Biotechnology. Vol. 12(27), (2013) Pp. 4251-4255.

Departemen Pertanian. “Prospek dan arah pengembangan agribisnis jagung”. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian (2005).

Didy Sopandie. “Adaptasi tanaman terhadap cekaman hara mineral”. Bogor : IPB (1998).

T. J. Flowers. “Improving crop salt tolerance”. J. Exp. Bot. Vol. 396 (55) (2004) 307-319.

Rujito Agus Suwignyo, Renih Hayati dan Mardiyanto. “Pengaruh perlakuan salinitas awal rendah terhadap pertumbuhan dan toleransi salinitas tanaman jagung”. Sumatera Selatan : Universitas Sriwijaya (2009).

M. Ashraf and M. R. Foolad. “Improving plant abiotic-stress resistance by exogenous application of osmoprotectants glycine betaine and proline”. Environ. Exp. Bot. 59: (2007) 206–216.

Z. Arifin, Istiqomah N., dan Fatmawati. Pengembangan jagung varietas lokal Sumenep. Prosiding Pekan Serealia Nasional. Jawa Timur: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur (2010).

Kaswan Badami dan Achmad Amzeri. “Identifikasi varian somaklonal toleran kekeringan pada populasi jagung hasil seleksi in vitro dengan PEG”. Agrovigo. vol. 4 no.1 (2011).

H. G. Rosas, Garcia S. S., Reyes G. R., Ontiveros J. L. R., and Villasenor A. C. R. “Preliminary results on in vitro selection for tolerance to chloride excess in avacado. Revista Chapingo Serie Horticulture. Vol. 9(1): (2003) 39-43.

N. A. Subekti, Syafruddin., Efendi, R. dan Sunarti, S. “Morfologi tanaman dan fase pertumbuhan jagung”. Teknik Produksi dan Pengembangan. Maros: Balai Penelitian Tanaman Serealia (2008).

Nwe N. Htwe, Mazlah Mahmood, Ho Chal Ling, Faridah Qamarus Z., Abdullah M Z. “Responses of some selected Malaysian rice genotypes to callus induction under in vitro salt tress”. African Journal of Biotechnology. Vol. 10 (3), (2011) pp. 350-362.

U. Santoso & F. Nursandi. “Kultur jaringan tanaman”. Malang: Pusbitan UMM (2003).

Lili Sugiyarto dan Paramita C. K. “Induksi kalus daun binahong (Anredera codifolia L.) dalam upaya pengembangan tanaman obat tradisional”. J. Sains Dasar. 3 (1) : (2014) 56 – 60.

Fathin F. dan Triono B. S. “Seleksi In Vitro Tanaman Jagung (Zea mays L.) Varietas Talango dan Manding terhadap Cekaman Salinitas”. Jurnal Sains dan Seni ITS. Vol. 4 (1) (2015).

A. El-Sayed El-Meleigy, Mahdia F. Gabr, Fouad H. Mohamed And Mona A. Ismail. “Responses to NaCl salinity of tomato cultivated and breeding lines differing in salt tolerance in callus cultures”. International Journal of Agriculture & Biology. Vol. 6, No. 1 ( 2004) 1560–8530.

O. Turkmen, Sensoy S, Erdal I, Kabay T. “Effect of calcium on the emergence and seedling of tomatoes grown in salty growing Media conditions”.J. Agric. Sci. 12: (2002) 53-57.

Khoirul Bariyyah. “Pengaruh NaCl terhadap kalus tebu varietas Bululawang”. Jur. Agroekotek. volume 7 (1) : (2015) 1 – 5.

W. Al-Shorafa, A. Mahadeen and K. Al-Absi. “Evaluation for salt stress tolerance in two strawberry cultivars”. American Journal of Agricultural and Biological Sciences.Volume 9 (3): (2014) 334-341.

Elham Ramezani, Mehdi Ghajar Sepanlou and Hasan Ali Naghdi Badi. “The effect of salinity on the growth, morphology and physiology of Echium amoenum Fisch. & Mey.”. African Journal of Biotechnology. Vol. 10(44), (2011) pp. 8765-8773.

S. Hutami.“Ulasan masalah pencokelatan pada kultur jaringan”.Jurnal Agrobigen. Vol 4. No.2 (2008) 83-88.

Fittriya Nur Laila dan Evika Sandi Savitri. “Produksi metabolit sekunder steviosida pada kultur kalus stevia (Stevia rebaudiana Bert. M.) dengan penambahan ZPT 2,4-D dan PEG (Polyethylene Glykol) 6000 pada media MS (Murashige & Skoog)”. El-Hayah. Vol. 4, No.2 (2014) 57-65.

Summart J., Thanonkeo P., Panichajakul S., Prathepha P. and McManus M. T. “Effect of salt stress on growth, inorganic ion and proline accumulation in Thai aromatic rice, Khao Dawk Mali 105, callus culture”. African Journal of Biotechnology. Vol. 9 (2) (2010) pp. 145-152.

I. W. A. Ubudiyah “Respon kalus beberapa varietas padi (Oryza sativa L.) pada kondisi cekaman salinitas (NaCl) secara in vitro”. Tugas Akhir. Surabaya: Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (2013).

R. Yunita, N. Khumaida, D. Sopandie and I. Mariska. “Growth and regeneration of rice (Oryza sativa L.) callus in salt medium”. Bioscience Research. Volume 11(1): (2014) 04-09.

S. Babu. “Effect of salt stress in he selection of salt tolerant hybrids in rice under in vitro and in vivo condition”. Asian Journal of Plant Sciences. 6(1): (2007) 137-142.

R. Yuniati. “Penapisan galur kedelai Glycine max (L.) Merrill toleran terhadap NaCl untuk penanaman di lahan marginal”. Jurnal Makara Sains 8 (1): (2004) 21-24.

Hirschi D. “The calcium conundrum, both versatile nutrient and specific signal”. Plant Physiol. Vol. 136: (2004) 2438-2442.

M. Ashraf and Orooj A. “Salt stress effects on growth, ion accumulation and seed oil concentration in an arid zone traditional medicinal plant ajwain (Trachyspermum ammi [L.] Sprague)”. J. Arid Environ. Vol. 64: (2006) 209-220.

Chaves M. M., Maroco J. P., Pereira J. S. “Understanding plant response to drought: from genes to the whole plant”. Funct. Plant Biol. Vol. 30: (2003) 239-264.

Quesada V., Ponce M. R., Micol J. L. “Genetic analysis of salt-tolerant mutant in Arabidopsis thaliana”. Genetic. Vol. 154 : (2003) 421-436.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.