Penerapan Metoda Superimposisi pada Desain Public Space untuk Meningkatkan Apresiasi Masyarakat Urban terhadap Alam

Husna Abharina Mulyani, wahyu setyawan
Submission Date: 2017-01-26 14:25:09
Accepted Date: 2017-03-17 10:28:11

Abstract


Isu kerusakan alam dan rendahnya apresiasi masyarakat urban terhadap alam urban yang ada, maka disimpulkan bahwa perlu adanya sebuah arsitektur yang ditujukan untuk merubah persepsi masyarakat terhadap alam, dimana persepsi tersebut akhir-akhir ini makin dikaburkan karena terjadi pemisahan antar alam dan manusia. Dengan menggunakan pendekatan biophilic maka didapatkan rincian-rincian program yang dapat meningkatkan keterikatan antara masyarakat urban dan alam yang selanjutnya, diiringi oleh metode superimposisi, mampu menjadikan ruang publik ini terlepas dari identitas program utama yang dimaksudkan oleh perancang namun menyatu secara bersamaan dengan program-program lainnya untuk membangun identitas program utama tanpa harus meneksklusifkan dirinya. Sehingga, ruang publik dengan tujuan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap alam dapat tercapai.

Keywords


kerusakan alam; biophilic; memorial; superimposisi; public space.

References


W. Cronnon, “The Trouble with Wilderness; or, Getting Back to the Wrong Nature,” in Uncommon Ground: Rethinking the Human Place in Nature, W. Cronnon, Ed. New York: W. W. Norton & Co. (1995) 69–90.

W. M. Pena, S.A. Parshall, Problem Seeking: An Architectural Programing Primer. Hoboken, NJ: Wiley (2012)

D. Harmon, “Intangible Values of Protected Area: What are They? Why do They Matter?,” The George Wright Forum, Vol. 21 No. 2, (2004) 9-22.

W. Browning, C. Ryan, J. Clancy, 14 Patterns of Biophilic Design. New York: Terrapin Bright Green llc (2014)

B. Tschumi, Architecture and Disjunction. Massachusetts: The MIT Press (1994)

Ikatan Arsirek Indonesia. Gedung MPR/DPR RI: Sejarah dan Perkembangannya. Jakarta: Badan Sistem Informasi Arsitektur Ikatan Arsitek Indonesia.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.