Analisis Deskriptif dan Tabulasi Silang pada Konsumen Produk Kosmetik Kategori Merek Mewah : Studi Kasus 6 Universitas di Kota Surabaya

Azalia Putri Cahyaning Rahmani, Berto Mulia Wibawa
Submission Date: 2017-07-28 18:12:33
Accepted Date: 2017-12-31 15:38:18

Abstract


Peningkatan penggunaan media sosial,
khususnya pada YouTube menimbulkan adanya tren baru
yaitu vlog. Tren vlog memunculkan beauty vlogger yang
khusus mengulas dan memberikan tutorial mengenai
produk kosmetik. Penggunaan produk kosmetik bermerek
mewah pun kerap dijumpai pada berbagai video yang
diunggah oleh beauty vlogger. Oleh karena itu, beauty
vlogger dapat meningkatkan persepsi merek mewah dan
minat beli konsumen melalui video beauty vlogger dengan
menggunakan teori Parasocial Interaction (PSI). Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari
konsumen yang menggunakan produk kosmetik kategori
merek mewah dan konsumen yang sering menonton vlog
dari beauty vlogger. Penelitian ini menggunakan metode
analisis deskriptif dan analisis tabulasi silang terhadap 240
responden dari 6 Universitas di Kota Surabaya yang
pernah menonton vlog pada 3 bulan terakhir. Hasil yang
didapat dari penelitian ini adalah konsumen yang berupa
mahasiswi cenderung memiliki pengeluaran untuk
berbelanja kosmetik per bulan dibawah Rp. 500.000, dan
mayoritas memilih lipstick sebagai produk kosmetik
favorit serta meononton vlog dengan intensitas 2-4 hari
sekali. Oleh karena itu peritel kosmetik dan produsen
kosmetik harus dapat terus berinovasi dalam
mengembangkan produk dan memasarkan produk melalui
beauty vlogger dengan efisien dan efektif.

Keywords


Beauty Vlogger, YouTube, Analisis Deskriptif, Analisis Tabulasi Silang

References


Sari, I. K. (2015, Juni 8). Ini Alasan Mengapa Vlogging Banyak Diminati Para Beauty Blogger. Diambil kembali dari Beauty News & Tips: http://wolipop.detik.com/read/2015/06/08/125652/2936200/234/ini-alasan-mengapa-vlogging-banyak-diminati-para-beauty-blogger

Roberts, F. (2016). Luxury Goods Market in 2016. Diambil kembali dari News and Resources: http://blog.euromonitor.com/2015/12/luxury-goods-market-in-2016.html

Bian, Q., & Forsythe, S. (2011). Purchase intention for luxury brands: A cross cultural comparison. Journal of Business Research, 65(10), 1443-1451.

Perse, E. M., & Rubin, R. B. (1989). Attribution in social and para-social relationships. Communication Research, 19, 59 - 77.

Rubin, R. R., & McHugh, M. P. (1987). Development of para-social interaction relationship. Journal of Broadcasting & Electronic Media, 31(3), 279-292.

Vries, L. d., Gensler, S., & Leeflang, P. S. (2012). Popularity of Brand Posts on Brand Fan Pages: An Investigation of the Effect of Social Media Marketing. Journal of Interactive Marketing, 26(2), 83-91.

Sadowski, M. (2013). JAKARTA: The social media capital of the world. Diambil kembali dari Social Media Statistics for Indonesia: http://socialmemos.com/social-media-statistics-for-indonesia/

Robbins, S. P. (2003). Organizational Behavior, Tenth Edition (Perilaku Organisasi, Edisi ke Sepuluh). Jakarta: PT Macanan Jaya Cemerlang.

Lee, J. E., & Watkins, B. (2016). YouTube vloggers' influence on consumer luxury brand perceptions and intentions. Journal of Business Research, 69(12), 5753-5760.

Sirgy, M. J. (1982). Self-concept in consumer behavior: a critical review. Journal of Consumer Research, 9(3), 287.

Santoso, S., & Tjiptono, F. (2001). Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Elex Media Komputindo: Jakarta.

Sarwono, J. (2009). Statistik Itu Mudah: Panduan Lengkap untuk Belajar Komputasi Statistik Menggunakan SPSS 16. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Malhotra, N. K., & Birks, D. F. (2007). Marketing Reseacrh: An Applied Approach (3rd Europe ed). UK: Pearson Education Limited.

Santoso, S., & Tjiptono, F. (2001). Riset Pemasaran Konsep dan Aplikasi dengan SPSS. Elex Media Komputindo: Jakarta.

Istijanto. (2009). Aplikasi Praktis Riset Pemasaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.