Urban Farming dalam Kampung Vertikal sebagai Upaya Efisiensi Keterbatasan Lahan

Atik Dwi Nur'aini, Johanes Krisdianto
Submission Date: 2017-07-29 15:56:46
Accepted Date: 2017-12-31 15:38:18

Abstract


Setiap tahun terjadi peningkatan jumlah penduduk di Kota Surabaya hal ini mengakibatkan penggunaan lahan untuk bangunan terus meningkat karena terjadi peningkatan kebutuhan ruang kota. Tingginya laju pertumbuhan penduduk menimbulkan kebutuhan lahan permukiman yang sangat besar. Seliain itu, penyebab dari padatnya penduduk di Surabaya dikarenakan adanya arus urbanisasi. Masyarakat dari desa berbondong – bondong menuju Surabaya untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Sehingga penduduk di Surabaya semakin meningkat setiap harinya. Hal ini mengakibatkan terjadinya keterbatasan lahan untuk area permukiman. Merek akhirnya mendirikan rumah – rumah semi permanen di pusat kota. Aktivitas ini menyebabkan terbentuknya permukiman kumuh di beberapa tempat. Masalah keterbatasan lahan juga banyak terjadi pada sektor pertanian dengan dibukanya lahan pertanian untuk area permukiman maupun area komersil lainnya.  Penjabaran di atas melatarbelakangi diperlukannya “Urban Farming dalam Kampung Vertikal Sebagai Upaya Efisiensi Keterbatasan Lahan” yang nantinya diharapkan menjadi tempat tinggal warga kampung yang lebih baik dan meningkatkan tingkat perekonomian mereka. Pendekatan yang dignakan dalam objek rancang ini berupa pendekatan perilaku kampung. Pendekatan ini dipakai dan diterapkan untuk  merancang sebuah hunian vertikal yang sesuai dengan perilaku kampung sehingga pengaplikasian arsitektur dengan pendekatan ini akan terlihat pada gubahan massa bangunan, fasad, maupun modul pada setiap unit rumah pada kampung vertikal.


Keywords


kampung; kepadatan penduduk; keterbatasan lahan; urban farming

References


Kdispenduk Capil Surabaya. Diakses pada 26 September 2016

Pramono, Hari. Penduduk Surabaya Lewati 3 Juta Jiwa. 2011. Surabaya. tribunnews.com. Diakses pada 28 September 2016.

Rekapitulasi Base Line 100-0-100 RW VI Kelurahan Kapasan Tahun 2015. [4] Barbara, Patrica Bela. Ummilia, Ema. Clustering Permukiman Kumuh di Kawasan Pusat Kota Surabaya. 2014. Jurnal Teknik POMITS Vol 3, No 2. Diakses pada 26 September 2016.

Urban Agriculture What and Why. www.ruaf.org. Diakses pada 7 Oktober 2016


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.