Peningkatan Aktivitas Fisik dan Kesehatan dengan Penerapan Active Design Guidelines

Hasri Nimas Wiyajanti, Endrotomo Endrotomo
Submission Date: 2017-07-31 23:45:00
Accepted Date: 2017-12-31 15:38:19

Abstract


Di era globalisasi saat ini, gaya hidup manusia dipengaruhi oleh modernisasi. Tanpa disadari hal tersebut berdampak buruk bagi manusia, terutama dalam kesehatan. Penyakit tidak menular adalah masalah kesehatan bersumber dari kurangnya aktivitas fisik serta tidak diterapkannya pola hidup sehat. Gaya hidup paling signifikan mempengaruhi kesehatan adalah cara bekerja manusia modern saat ini. Semakin modern, semakin jauh pula manusia dari pekerjaan yang menggunakan aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan kelelahan kerja yang berdampak pada kesehatan sehingga menurunkan produktivitas kinerja. Sehingga perkantoran menjadi salah satu cermin dari gaya hidup modern yang dapat direspon untuk memicu aktivitas fisik dan kesehatan pengguna di dalamnya. Arsitektur seharusnya menjadi respon perilaku dari manusia tersebut sehingga dapat memaksa manusia untuk beraktivitas fisik lebih. Prinsip-prinsip dari pendekatan Active Design dan ergonomi sebagai acuan pembuatan kriteria untuk mencapai tujuan dari perancangan ini. Metode Behaviour Mapping digunakan untuk mengetahui aktivitas. Aktivitas tersebut berpengaruh pada konsep pengolahan program ruang, sirkulasi, dan pengolahan elemen arsitektur yang dapat memicu aktivitas fisik dan kesehatan lebih. Jadi, konsep utama dalam perancangan ini adalah penambahan area hijau pada sekitar area kerja baik di luar maupun di dalam bangunan serta pengolahan sirkulasi vertikal dengan split level lantai, penambahan ramp pada area tertentu untuk relaksasi maupun pengolahan tangga yang lebih mudah dilihat dan dijangkau.

Keywords


Active design; aktivitas fisik; area hijau; kesehatan; sirkulasi vertikal

References


RI, B. P. (2013). Hasil Riskesdas 2013

Jormakka, K. (2008). Basics Design Methods. Basel: Birkhauser.

M.R. Bloomberg. (2010). Active Design Guidelines, Promoting Physical

Activity&Health in Design. New York.

Laurens, J. M. (2004). Arsitektur dan Perilaku Manusia: Grasindo

Barbara Goličnik Marušić and Damjan Marušic. (2012). Behavioural

Maps and GIS in Place Evaluation and Design, Application of

Geographic Information Systems, Dr. Bhuiyan Monwar Alam (Ed.),

InTech

Cosco, N. G., Moore, R. C., & Islam, M. Z. (2010). Behaviour Mapping:

A Method for Linking Preschool Physical Activity and Outdoor Design.

Boubekri, M. (2008). Daylightung, Architecture and Health: Building

Design Strategie. Burlington: Elsevier Ltd.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.