Perancangan Infrastruktur Pertanian dalam Konteks Perkotaan

Maria Fransisca Candra Yunita, Collinthia Erwindi
Submission Date: 2017-08-01 00:48:26
Accepted Date: 2017-12-31 15:38:19

Abstract


Seiring dengan berkembangnya dunia dalam berbagai aspek, muncul beberapa isu dan permasalahan yang kompleks seperti overpopulasi, terorisme, krisis ekonomi global, dan lain sebagainya. Overpopulasi merupakan suatu keadaan dimana jumlah orang dalam suatu kelompok melebihi daya dukung dari wilayah yang ditempatinya. Permasalahan ini sudah mulai terlihat di berbagai kota-kota besar terutama yang terletak di negara berkembang dan menyebabkan tingkat kepadatan penduduk tinggi, kemacetan, polusi, dan lain-lain. Salah satu dampak terbesar dari overpopulasi adalah kaitannya dengan ketersediaan bahan pangan. Area pertanian di kota semakin berkurang, sedangkan jumlah penduduk dan permintaan bahan pangan mulai meningkat. Hal tersebut dapat mengakibatkan kenaikan harga bahan pokok karena terbatasnya atau kurangnya ketersediaan bahan pangan yang ada sehingga terpaksa mengimpor dari daerah lain. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi terutama pada bidang pertanian skala kota untuk mengatasi permasalahan ini.  Berdasarkan isu tersebut, muncul inovasi obyek arsitektural “Taman Pertanian Kota” yang berfungsi sebagai sarana infrastruktur penyedia bahan makanan sekaligus pendidikan teknologi pertanian. Metode yang digunakan dalam proses perancangan obyek ini adalah kontekstualisme dengan pendekatan secara ekologis.


Keywords


Ekologis; Kontekstualisme; Overpopulasi; Pertanian Kota

References


Wikipedia. 2016. “Human Overpopulation”. [online]. (https://en.wikipedia.org/wiki/Human_overpopulation, diakses tanggal 10 Oktober 2016)

Despommier, Dickson. 2011. The Vertical Farming: Feeding the Wolrld in the 21st Century. New York: St. Martn’s Press.

Ilmu Pengetahuan Umum. 2016. “10 Kota Tebesar di Indonesia Menurut Jumlah Penduduknya”. [online]. (http://ilmupengetahuanumum.com/10-kota-terbesar-di-indonesia-menurut-jumlah-penduduknya/, diakses tanggal 10 Oktober 2016)

Nurdin, Rofianisa. 2012. “Studi Literatur Mengenai Arsitektur Kontekstual”. [online] (https://arsitekturbicara.wordpress.com/2012/05/19/studi-literatur-mengenai-arsitektur-kontekstual/, diaakses tanggal 10 Oktober 2016)

Akmal, Imelda. 2015. House Series: Tropical Eco house. Jakarta: Imaji.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.