Sasana Beladiri Interaktif: Pamer Tarung

Galang Parendra Wastudiawan, Vincentius Totok Noerwasito
Submission Date: 2017-08-01 09:39:07
Accepted Date: 2017-12-31 15:38:19

Abstract


Beladiri sebagai salah satu olahraga yang mempunyai potensi menghasilkan prestasi kurang mendapat perhatian, termasuk dalam sisi fasilitas. Hal ini sebagai dampak tidak populernya olahraga tersebut. Kurangnya akses membuat pengetahuan masyarakat pada beladiri sangat kurang. Mereka masih melihat beladiri sebagai sebuah hal yang identik dengan kekerasan sehingga kurang diminati, padahal hakekat beladiri adalah untuk melindungi diri, bukan untuk kekerasan. Kurangnya minat menyebabkan proses regenerasi pada beladiri menjadi terhambat.

Dengan menggunakan metode Rationalist Approach dan pendekatan perilaku, objek rancang bukan hanya memfasilitasi beladiri, namun juga mempunyai tujuan untuk merubah paradigma masyarakat. Objek rancang berupa sasana beladiri yang juga memiliki fungsi edukasi. Tempat latihan bagi atlet dapat diakses secara visual oleh masyarakat umum sehingga mereka bisa melihat kegiatan yang sebenarnya dari beladiri tersebut sehingga pola pikir tentang beladiri mereka bisa berubah. Kesadaran tentang beladiri masyarakat juga dimunculkan lewat bentukan yang ada. Sehingga objek desain bukan hanya mewadahi pelaku beladiri, namun dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berpartisipasi aktif

Keywords


Olahraga; Prestasi; Beladiri; Minat; Edukasi

References


Jormakka, Kari. Basic Design Methods. 2007. Birkhäuser Architecture

Van Bottenburg, Marteen. (2002, October). Sport for All and Elite Sport: Do They Benefit One Another?. W.J.H Mulier Institute

Neufert, Ernst. (2002). Data Arsitek Edisi 33 Jilid 2. PT Gelora Aksara Pratama

D. Glenniza. (2015, October). Strategi Olahraga Yang Membawa Kesuksesan. Available: http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2015/10/28/080246/3055123/1497/strategi-kebijakan-olahraga-yang-membawa-kesuksesan

Sturzebecher, Peter, dan Sigrid Ulrich. 2002. Architecture of Sports: New Concepts and International Projects for Sports and Leisure. West Sussex: Willey-Academy

Tandal, Anthonius, dan Pingkan Egam. 2011. Arsitektur Berwawasan Perilaku (Behaviourisme). Available: http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jmm/article/viewFile/314/239

Culley, Peter, and John Pacoe. (2009). Sport Facilities and Technologies. Routlegde Taylor and Francis Group


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.