Teritorialitas: Kantor dan Apartemen sebagai Ruang Interaksi Feminisme

Dewinna Farah Puspita, Angger Sukma Mahendra
Submission Date: 2017-08-01 13:36:01
Accepted Date: 2017-12-31 15:38:19

Abstract


Arsitektur hadir sebagai problem solving yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup bagi penggunanya.

Menjadi makhluk sosial yang dikodratkan untuk bermasyarakat dan berinteraksi satu sama lain diartikan bahwa manusia selalu membutuhkan orang lain. Interaksi sosial secara langsung merupakan salah satu cara untuk membuat manusia saling terkoneksi satu sama lain. Dalam berinteraksi, manusia memiliki ruang personal masing-masing, salah satu faktor yang mempengaruhi besar maupun kecil dari jarak ruang personal adalah jenis kelamin. Gerakan feminisme menunjukkan kebutuhan ruang personal wanita yang lebih besar dari pria, namun dengan tidak mengesampingkan kebutuhan interaksi sosial sebagai makhluk sosial.

Edward T. Hall menuliskan hubungan antara manusia dengan ruang, menurut beliau salah satu perasaan kita yang penting mengenai ruang adalah perasaan teritorial. Perasaan ini memenuhi kebutuhan dasar akan identitas diri, kenyamanan dan rasa aman pada pribadi manusia. Dengan menggunakan pendekatan feminisme dan teritorialitas objek dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup wanita serta dengan menggunakan metode rancang geometry as authorities.


Keywords


Feminisme; Interaksi Sosial; Teritori

References


Brown, Lori A. (2011), Feminist Practices: Interdisciplinary Approaches to Women in Architecture, Ashgate, United Kingdom.

Jormakka, Kari. (2007), Basic Design Methods, Birkhauser, Bsel.

Laurens, Joyce Marcella. (2004), Arsitektur Perilaku Manusia, Grasindo, Surabaya.

Silaban, Chintya Victorya dan C.S. Punuh. (2011), Arsitektur Feminisme, Media Matrasain 8:29-39.

Zwiebel, Sasha. (2015), Sensual Spaces: When experience meets architecture and art, Senior Capstone Projects, Paper 431 http://digitalwindow.vassar.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1430&context=senior_capstone, 26 Februari 2017.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.