Pengalaman Ruang Pada Objek Terhadap Kawasan Wisata Kurang Terjamah

Dwimas Maheswara Krisna, irvansyah irvansyah
Submission Date: 2017-08-03 10:00:51
Accepted Date: 2017-12-31 15:38:19

Abstract


Desa Sangeh merupakan suatu daerah di Kabupaten Badung Kecamatan Abiansemal yang mendapatkan julukan sebagai desa wisata di Kabupaten Badung. Namun sebagai desa wisata rata-rata pengunjung atau wisatawan baik lokal maupun mancanegara setiap tahunnya berada di titik terendah dari setiap objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Badung. Desa Sangeh sendiri kurang memiliki hal yang lebih atraktif untuk menarik wisatawan, wisatawan yang datang ke desa sangeh hanya mengenal Desa Sangeh sebagai monkey forest/hutan kera, sedangkan masih banyak hal lain yang dapat di eksplorasi di Desa Sangeh. Oleh karena itu diperlukan sebuah objek sebagai sebuah pusat yang dapat mengenalkan Desa Sangeh dengan lebih jelas dan lebih informatif. Melalui pendekatan desain yang dilakukan didapatkan program-program yang sesuai dengan tipologi sebuah pusat budaya. Pusat budaya Desa Sangeh bertujuan untuk mengenalkan Desa Sangeh secara lebih detail, dan dapat meningkatkan esensi dari pengalaman ruang yang akan didapat dalam sebuah pusat budaya dengan menstimulus panca indra pada wisatawan.

Batasan desain dengan opsi yang cukup banyak serta luasan lahan yang cukup luas menjadikan metode layering sebagai alat untuk mendesain. Layer-layer di tumpuk antara satu dengan yang lain dengan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan konteks desa sangeh agar tidak melewati batas dari desain lokalitas arsitektur Bali.

Keywords


pariwisata; lokalitas; desa wisata; panca indra

References


Greg Richards, and Julie Wilson ., (2003) . Tourism, Creativity, and Development.

A. J. Burkart, dan S. Malik., (1981). Tourism, Past,

Present, and Future

Kengo Kuma., (2000) Japanese Spatial Culture, Nature, and Architecture


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.