Desain Interior Galeri Merah Putih sebagai Upaya Otimalisasi Bangunan Cagar Budaya dengan Konsep Entertain Edukatif Bernuansa Kolonial

Rizqy Amelia Putri, Ady Wardoyo
Submission Date: 2017-08-03 10:43:03
Accepted Date: 2017-12-31 15:38:20

Abstract


Gedung Merah  Putih  Kota  Surabaya Merupakan Bangunan Dalam Kompleks  Gedung  Peninggalan  Bersejarah  Kolonial  Belanda, Bernama De Simpangsche Societeit (Simpangsche Club) Yang  Artinya  Tempat Asosiasi Kaum Elite. Saat Ini Gedung Merah Putih Balai Pemuda Di Surabaya Merupakan Salah Satu Aset Cagar Budaya. Hal Ini Diperkuat Dengan Adanya SK Walikota Surabaya No. 188.45/251/402/1/04/1996, Yang Menyatakan Balai Pemuda Merupakan Bangunan Cagar Budaya Yang Dilindungi Dengan Nomor Urut 18 (Bappeda 2004). Gedung Merah Putih Surabaya Merupkan Hertigae Indonesia Yang Wajib Untuk Di Lestarikan. Dari Aspek Ekononomi, Gedung Merah Putih Dapat Seutuhnya Difungsikan Sebagai Galeri. Dengan Mempertimbangkan Letak Nya Yang Stategis, Site Terletak Di Jantung Kota Surabaya, Merupakan Jalan Yang Sering Dilalui Orang Sehingga Cepat Menyebarkan Informasi. Selain Itu Banyak Fasilitas Pendukung Yang Dapat Ditemui Disekitar Gedung Balai Pemuda, Seperti Kantor, Sekolah Pertokan, Bank Dan Sebagainya Yang Menyebabkan Tempat Ini Sangat Strategis Untuk Di Desain Ulang.

Sebelum Menentukan Konsep Desain Yang Sesuai, Dilakukan Riset Dengan Beberapa Metode Yaitu Dengan Survey Ke Lokasi Galeri, Pembagian Kuisioner Kepada Pengunjung Dan Wisatawan Yang Sudah Pernah Berkunjung Ataupun Akan Berkunjung, Pengumpulan Literatur, Analisa Konsep Desain, Pembuatan Konsep, Alternatif Konsep, Gambar Kerja, Dan Hasil Akhir 3D. Dari Metode-Metode Tersebut Diketahui Apa Saja Kebutuhan Pengunjung Dan Persepsi Masyarakat Dan Wisatawan. Hasil Dari Metode Ini Menunjukkan Edukasi Dengan Nuansa Klasik Dapat Diaplikasikan Pada Interior Bangunan Bersejarah  Ini.

Maka Dari Itu Mendesain Ulang Kantor Merah Putih Kota Surabaya Dengan Interior Yeang Nyaman, Edukatif, Dan Menghibur, Tanpa Mengurangi Nilai Sejarah Akan Menjadi Solusi Dalam Optimalisasi Bangunan Konservasi Sebagai Penghasil PAD Dan Juga Mendukung Program Pemerintah Surabaya Sebagai City Tour.


Keywords


Galeri; Gedung Merah Putih; Kolonial

References


DeChiara, Joseph; Panero, Julius & Jelnik, Martin. Time Saver. Mc Grew Hill. New York. 2001. Panero, Julius & Jelnik, Martin. Human Dimension & Interior Spaces. Potter/ TenSpeed/ Harmony. New York. 2014.

Kartika, Rina (2010). Konsep Visual Sistem Sarana Isyarat Penunjuk (Sign System) Di Kampus Syahdan Binus University. Vol.1 No.2 Oktober 2010: 221-232.

Arief, Gusti Hidayat. Analisa Pencahayaan Buatan Dan Sirkulasi Pada Area Display Kendaraan Museum Otomotif Sentul. Jurusan Desain Interior Telkom University. Bandung.

Ruki, Ulli Aulia & Nendiari, Amarena (2014). Penerapan Tipografi Dalam Sistem Signage Pada Interior Ruang Publik. Vol.5 No.2 Oktober 2014: 822-832.

Wulandari, Anak Agung Ayu (2014). Dasar-Dasar Perencanaan Interior Museum. Humaniora Vol.5 No.1 April 2014: 246-257.

Pynkyawati, Theresia; Amir, Azwar & Al Syafaat, La Ode Abdullah. Kajian Desain Sirkulasi Ruang Dalam sebagai Sarana Evakuasi pada Kondisi Bahaya Kebakaran di Bandung Supermal dan Trans Studio Bandung. Jurusan Teknik Arsitektur ITENAS. Bandung.

Setiowati, Erindiah & Saryanto. Tata Cahaya pada Selasar Sunaryo Art Space – Bandung. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional. Bandung.

Adysti, Nurina Listya; Antariksa & Suryasari, Noviani (2011). Pelestarian Gedung Merah Putih Balai Pemuda Kota Surabaya. Arsitektur e-Journal Volume 4 No.2 Juli 2011. UB Malang

Surya, Geggy Gamal (2014). Perancangan Signage Pada Interior Gedung Utama Universitas Esa Unggul. Inosains Volume 9 Nomor 2, Agustus 2014.

SK Walikota Surabaya No. 188.45/251/402/1/04/1996

Peraturan Perundang- undangan Pemerintah Kota Surabaya No 5 Tahun 2005 tentang Pelestarian Bangunan dan atau Lingkungan Cagar Budaya


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.