Pengembangan Bandar Udara Harun Thohir Bawean dengan Konsep Termoakustik

Chandra Miraz Angkoso Putro, F.X. Tedy Badai Samodra
Submission Date: 2018-01-29 10:54:35
Accepted Date: 2018-04-18 18:19:01

Abstract


Semenjak adanya Bandar Udara Harun Thohir, Bawean menjadi lebih mudah untuk dijangkau. Akibatnya, moda transportasi udara akan berkembang.  Sehingga perlu adanya pengembangan Bandar Udara Perintis Harun Thohir, Bawean. Dalam pengembangan desain objek bandar udara ini, fokus terhadap kenyamanan termal dan kenyamanan akustik pengguna. Hal tersebut difokuskan dalam integrasi antara termal dan akustik (termoakusik). Selain itu, dalam desain objek kali ini perlu memperlihatan arsitektur asli bawean sehingga perlu adanya bentuk arsitektur bawean dalam bentuk yang mengkini dengan menggunakan strategi paradigma re-interpreting tradition. Hasil dari desain ini merupakan bandar udara yang nyaman akan aspek termal dan akustik sehingga tercipta integrasi antara kedua aspek tersebut. Selain itu, hasil dari desain bandar udara ini dapat memperlihatkan lokalitasnya dari bentuk, ruang dalam, dan zonifikasi


Keywords


Bawean; Bandar Udara; Re-interpreting Tradition; Lumbung Dhurung; Termal; Akustik

References