Disprogramming Wisata Akuarium Biota Laut dan Pusat Rehabilitasi Trauma Anak untuk Mengubah Persepsi Buruk Masyarakat

Wiwit Maryadi, Wawan Ardiyan Suryawan
Submission Date: 2018-07-30 00:40:49
Accepted Date: 2019-02-13 22:35:46

Abstract


Kekerasan pada anak yang sedang marak terjadi di Indonesia dapat menyebabkan trauma berat dan berkepanjangan yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Sehingga anak-anak tersebut membutuhkan perlindungan dari orang-orang di sekitar mereka. Namun, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang trauma menimbulkan stigma dan persepsi yang buruk terhadap anak-anak yang menderita trauma. Persepsi yang buruk tentang trauma ini, harus diubah demi meningkatkan kepedulian masyarakat dan membantu dalam pemulihan bagi anak-anak yang mengalami trauma. Pendekatan dengan ilmu psikologi yaitu teori empati diterapkan pada perancangan objek untuk menyelesaikan permasalahan persepsi buruk masyarakat terhadap penderita trauma. Dengan menerapkan teori disprogramming yang dikemukakan oleh Bernard Tschumi sebagai metode, objek merupakan penggabungan dari pusat rehabilitasi trauma anak dengan wisata akuarium biota laut. Tujuan dari penggabungan ini adalah untuk menghubungkan masyarakat dengan penderita trauma sehingga terjadi hubungan dimana masyarakat dapat berekreasi sambil mengembangkan empati mereka terhadap anak-anak penderita trauma, dan anak-anak penderita trauma memiliki area terapi untuk pemulihan trauma mereka.

Keywords


Wisata Akuarium; Empati; Persepsi Buruk; Rehabilitasi; Trauma

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Sains dan Seni ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/sains_seni.