Eliminasi Sugarcane Mosaic Virus Melalui Kemoterapi Pada Tebu (Saccharum officinarum) Varietas NXI-2T Secara In Vitro

Marina Andriani, Dini Ermavitalini, Nurmalasari Nurmalasari
Submission Date: 2013-07-30 15:09:01
Accepted Date: 2013-09-20 17:25:41

Abstract


Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ribavirin, yang mampu  mengeliminasi SCMV secara keseluruhan, melalui hasil uji serologi DAS-ELISA dan untuk mengetahui konsentrasi ribavirin yang tidak menimbulkan gejala phytotoxic pada tebu (S._officinarum) varietas NXI-2T, yang ditunjukan dengan data pengamatan tentang pertumbuhan tunas dan panjang tunas tertinggi. Eksplan berasal jaringan meristem apikal tebu (S. officinarum) varietas NXI 2T yang telah terbukti terinfeksi SCMV penyebab penyakit mozaik. Eksplan diinokulasikan pada media antiviral ribavirin dengan konsentrasi 0 ppm, 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm dan 40 ppm selama 6 minggu. Kemudian, eksplan ditanam pada media pertumbuhan hingga menjadi planlet dan diamati tinggi tunas serta jumlah tunas eksplan selama 6 minggu. Berdasarkan pengamatan respon pertumbuhan eksplan dengan parameter tinggi tunas dan jumlah tunas, morfologi eksplan  serta hasil uji keberadaan SCMV pada eksplan tebu (S. officinarum) varietas NXI-2T setelah perlakuan, diperoleh hasil yaitu pada penanaman planlet tebu (S. officinarum) varietas NXI 2T media antiviral ribavirin 10 ppm hingga 40 ppm tidak menimbulkan penghambatan respon pertumbuhan eksplan dan gejala phytotoxic secara permanen serta, media antiviral ribavirin yang mampu mengeliminasi SCMV sebesar 100%  adalah dengan konsentrasi ribavirin 30 ppm dan 40 ppm pada media antiviral dengan lama perlakuan kemoterapi selama 6 minggu. Sehingga, konsentrasi ribavirin yang optimum untuk mengeliminasi SCMV pada tebu (S. officinarum) varietas NXI 2T adalah 30 ppm dan 40 ppm

Keywords


Saccarum officinarum; Sugarcane Mosaic Virus; kemoterapi; meristem tip-culture; ribavirin

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.