Sequence Narrative pada ‘Aktivasi’ Koridor Melalui Intervensi Residual Space

David Islamuddin, Franciscus Teddy Badai Samodra
Submission Date: 2019-07-29 23:24:27
Accepted Date: 2020-02-05 00:00:00

Abstract


Sequence Narrative sebagai salah satu metode mendesain pada ranah arsitektur, menempatkan penghadiran sebuah situasi menjadi fokusan utama. Pengalaman akan ruang dan keterhubungannya diskenariokan secara holistik menurut kronologisnya. Dalam satu cerita narasi yang utuh, perancang berusaha menghadirkan pengalaman antar ruang sehingga pengguna secara tidak sadar mampu menikmati satu kesatuan desain. Pada skala yang lebih besar, ruang yang dimaksud tidak hanya pada single building, lebih dari itu pada skala urban. Sebuah koridor merupakan salah satu media urban yang memili cakupan lebih besar dan intervensi yang lebih kompleks. Permasalahn koridor yang berusaha diselesaikan adalah mengenai residual space. Dimana residual space merupakan lahan sisa yang tidak memiliki manfaat bagi sekitar. Dimana pada suatu permasalahn kontekstual, residual space menjadi salah satu faktor degradasi nilai kawasan. Kerangka konsep yang berusaha diusulkan adalah dengan cara mengintervensi residual space menggunakan metode sequence narrative, dimana ruang sisa ini deskenariokan secara holistik, sehingga memiliki kesatuan cerita dalam satu koridor.



Keywords


Sequence Narrative; Residual Space; Koridor; Urban; Intervensi

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Sains dan Seni ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/sains_seni.