Perancangan Desain Mural Cerita Pewayangan Hanoman Obong untuk World Puppet Festival 2020

Julia Intan Pusphita Subagyo, Senja Aprela Agustin
Submission Date: 2020-02-03 16:38:06
Accepted Date: 2020-09-01 00:00:00

Abstract


April 2019, Indonesia menjadi tuan rumah 23rd UNIMA Congress World Puppet Festival yang dilaksanakan di Gianyar, Bali. Pada festival tersebut Indonesia menampilkan keragaman pewayangan Indonesia, salah satunya Wayang Golek. Lakon Gugurnya Dasamuka dan Hanoman Obong merupakan lakon pewayangan dengan salah satu sudut pandang dari kisah Ramayana yang jarang diangkat. Tuan rumah membutuhkan media kontemporer dalam rangkaian acara untuk mengenalkan keragaman pewayangan Indonesia kepada pengunjung dengan interaktif. Perancang melihat potensi media untuk mengenalkan Hanoman Obong kepada pengujung festival. Dalam perancangan ini, informasi yang menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan strategi perancangan digali melalui metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif yang dilakukan diantaranya observasi replika relief Candi Prambanan ke museum wayang; depth interview hasil eksplorasi visual (desain karakter, desain instalasi dan desain mural) kepada ahli wayang dan ahli mural/graffiti artist; dan kepada UNIMA Indonesia selaku stakeholder perancangan. Sementara itu, pengumpulan data sekunder menggunakan data yang didapat dari studi literatur mengenai kisah pewayangan Hanoman Obong serta visualisasi lakon. Media luaran dari perancangan ini adalah desain lingkungan pop-up mural installation Hanoman Obong yang interaktif dengan ukuran 15 meter x 4,88 meter untuk World Puppet Festival 2020. Pada perancangan ini di dalamnya ada kegiatan dan cerita yang didesain dengan dua alur, yakni mulai dari percintaan Rama dan Shinta dan yang kedua Hanoman dari Kiskenda. Kedua alur ini akan bertemu di area Alengka sebagai puncak cerita. Empat tokoh utama dalam Hanoman Obong diantaranya Hanoman, Rama, Shinta, dan Rahwana (Dasamuka) serta beberapa tokoh figuran seperti Subali, Sugriwa dan Trijata. Guide booklet area Forest dan Kiskenda dirancang untuk memandu pengunjung melakukan interaksi agar memberikan experience dan diharapkan dapat mengenali sudut pandang lain lakon Hanoman Obong. Sebagai kebutuhan percancangan ini juga dirancang identitas visual beserta merchandise berupa patch dan juga sticker pack.

Keywords


Pewayangan; Ramayana; Hanoman Obong; Mural; Interaktif

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Sains dan Seni ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/sains_seni.