Kesinambungan pada Galeri Kesenian Wayang Kulit Jawa Timur

Muhammad Ilhamullah, Murni Rachmawati
Submission Date: 2014-07-22 14:48:59
Accepted Date: 2014-09-14 11:50:43

Abstract


Budaya  kesenian wayang kulit merupakan salah satu warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang telah mendapat pengakuan secara internasional oleh UNESCO sebagai World Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tanggal 7 November 2003. Galeri Kesenian Wayang Kulit Jawa Timur merupakan objek rancang yang menghadirkan kembali budaya wayang kulit Jawa Timuran di tengah-tengah kehidupan masyarakat sebagai sarana edukasi dan rekreasi. Objek ini dikembangkan menggunakan tema “Kesinambungan” yang bermakna suatu media penyambung yang susah diputus. Dihadirkan dengan kesan yang dinamis namun tetap mempertahankan sisi tradisional agar masyarakat dapat lebih mudah mengenal serta melestarikan budaya ini[5]. Simbol gunungan merupakan ciri khas dari kesenian wayang kulit, proses rancang menggunakan metode metafora dalam menyelesaikan isu-isu yang terdapat dalam objek rancangan[1]. Objek ini diharapkan dapat menghidupkan dan mengembangkan kebudayaan wayang kulit jawa timuran dengan ilmu dan teknologi yang berkembang, tanpa melupakan aturannya, sehingga tercipta sesuatu yang baru dengan bentuk, arti, dan fungsi yang sama[8]. Penerapan konsep dan tema terlihat pada eksterior, interior, bentuk dan struktur yang diterapkan pada galeri kesenian wayang kulit jawa timur.

Keywords


Galeri; Kesenian; Kesinambungan; Wayang Kulit

References


Antonianes, Anthony C., (1992), Poetics Of Architecture, Van Nostrand Reinhold, New York.

Broadbent, Geofrey, (1973), Design in Architecture : Architecture and Human Science, John Wiley & Sons, Madison.

Pemerintah Kota Surabaya, (2008), Rencana Detail Tata Ruang Kota UP A. Yani Rencana Pola Ruang Tahun 2030, Pemerintah Kota Surabaya, Surabaya.

Blogspot, (2008), Continuity: hermeneutic meets architecture, http://the-hermeneutic-of-continuity.blogspot.com/2008/05/continuity-hermeneutic-meets.html

The New York Times: Art/Architecture, (2012), A Lesson Abroad: Get Comfortable With Continuity, http://www.nytimes.com/2002/02/24/arts/art-architecture-a-lesson-abroad-get-comforable-with-continuity.html?pagewanted=all&src=pm

Spuybroek, Lars, (2012), The Architecture of Continuity, http://www.v2.nl/publishing/the-architecture-of-continuity

Wordpress, (2012), Fungsi, Ruang, Bentuk, dan Ekspresi dalam Arsitektur, http://othisarch07.wordpress.com/2010/02/05/fungsi-ruangbentuk-dan-ekspresi-dalam-arsitektur/

Wordpress, (2012), Teori Fungsi – Christian Norberg Schulz, http://calonarsitek.wordpress.com/


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.