Estimasi Centroid Moment Tensor (CMT), Bidang Sesar, Durasi Rupture, dan Pemodelan Deformasi Vertikal Sumber Gempa Bumi sebagai Studi Potensi Bahaya Tsunami di Laut Selatan Jawa

Sayyidatul Khoiridah, Bagus Jaya Santosa
Submission Date: 2014-08-06 17:15:36
Accepted Date: 2014-09-14 11:50:41

Abstract


Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengestimasi CMT gempa bumi yang terjadi di laut selatan Jawa, jenis sesar penyebab gempa bumi serta arah bidang sesarnya. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengestimasi Tdur dan hasil pemodelan deformasi vertikal sumber gempa bumi yang dapat berpotensi terjadi tsunami. Daerah penelitian dipilih di laut selatan Jawa. Hal ini karena Jawa merupakan daerah subduksi yang rawan terjadi gempa bumi dan tsunami. Untuk mengestimasi CMT digunakan software ISOLA_GUI yang kemudian diidentifikasi bidang sesarnya dengan metode H-C. Sedangkan untuk mengestimasi Tdur digunakan software Joko Tingkir dan untuk pemodelan vertical displacement digunakan software Tsunami L-2008 dengan dua skenario yaitu data ISOLA_GUI dan IRIS dengan menggunakan korelasi persamaan Wells and Coppersmith dan Hanks and Kanamori. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa bidang patahan terletak pada nodal plane yang memiliki nilai dip lebih besar. Jenis patahan di daerah subduksi ini adalah normal fault dan reverse fault. Berdasarkan hasil vertical displacement diketahui bahwa yang lebih mendekati kondisi geologi adalah skenario IRIS yang menunjukkan bahwa di laut selatan Jawa memiliki arah patahan cenderung ke Utara-Selatan yang searah dengan pergerakan lempeng antara Indo-Australia dan Eurasia. Untuk Tdur gempa Pangandaran yang berpotensi tsunami terjadi selama 144,82 s. Sedangkan gempa dengan magnitudo > 5,5 SR yang terjadi pada periode 2009 sampai 2014 tidak berpotensi tsunami dengan Tdur ≤ 78,04 s.


Keywords


Bidang sesar; CMT; Tdur; tsunami; vertical displacement;

References


Hanks T.C and Kanamori H. 1979. A moment magnitude scale.J. Geophys. Res., 84, 2348-2350.

Haslinger, F., Kissling, E., Ansorge, J., Hatzfeld, D., Papadmitriou, E., Karakostas, V., Makropoulos., Kahle., H.G. and Peter, Y. 1999. 3D crustal structure form local earthquake tomography around the Gulf of Arta (Ionian region, NW Greece). Techtonophysics, 304:201-218.

Imamura, F., Yalciner, Ahmet C., Ozyurt, and Gulizar. 2006. Tsunami Modelling Manual. DCRC (Disaster Control Research Center), Tohoku University, Japan.

Lasitha, S., Radhakrishna, M., and Sanu, T.D. 2006. Seismically active deformation in the Sumatra – Java trench arc region. Geodynamic Implication. Current Science, 90 (5), 690-696.

Madlazim, 2011. Estimasi CMT, Bidang Sesar dan Durasi Rupture Gempabumi Di Sumatra serta Kemungkinan Penerapannya Untuk Sistem Peringatan Dini Tsunami. Sidang terbuka promosi doktor, Geofisika, Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ITS Surabaya.

Masturyono, Thomas H., Madlazim, and Karyono. 2013. Validation of Joko Tingkir in the Real Time Tsunami Warning System: A Preliminary Result. In the 3rd International Symposium on Earthquake and Disaster Mitigation (ISEDM), Yogyakarta, December 2013.

Rahmawan, S. H., Gunawan I., Musa A.M., dan Muhammad A. 2012. Studi Potensial Bahaya Tsunami Di Selatan Jawa. Fakultas Imu dan Teknologi Kebumian, Program Studi Meteorologi, ITB.

Rohadi, S. 2009. Distribusi Spasial dan Temporal Seismotektonik Wilayah Subduksi Jawa, Megasains. 1(4): 180-188.

Santosa, B.J. 2008. Analyzing the seismogram of earthquake on Sumatra – Java Subduction plane at CHTO observation station. Jurnal MIPA, 13:25-43.

Satake, K., and Tanioka, Y. 1999. Source of Tsunami and Tsunamigenic Earthquake in Subduction Zone. Pure and Applied Geophysics 154: 467-483.

Sengara, W., Toha F.X., Made S., Ridolva, Dyah K., Imam S., Afnimar, dan Abuhuroyroh. 2009. Laporan Kajian Survey awal Pasca Gempabumi Tasikmalaya Jawa Barat 2 September 2009. Satuan tugas survey awal bencana gempa Jawa Barat pusat mitigasi bencana-ITB, September 2009.

Setyonegoro, W., Bambang S., Sulastri, Jimmi N., dan Pupung S. 2012. Analisis Sumber Gempa Bumi Pada Segmen Mentawai (Studi Kasus: Gempa Bumi 25 Oktober 2010). Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 13 No. 2 tahun 2012: 139-148.

Steith, S. and Michael W. 2003. An Introduction to Seismology, Earthquakes, and Earth Structure. Oxford : Blackwell Publishing Ltd.

Wells D.L. and Coppersmith K.J. 1994. New Empirical Relationships among Magnitude, Rupture Length, Rupture Width, Rupture Area, and Surface Displacement. Bulletin of the Seismological Society of America, Vol. 84, No. 4, pp. 974-1002, August 1994.

Widiyantoro, S. dan Puspito, N.T. 1998. Tomografi waktu tempuh gelombang S dan struktur 3-D zona penunjaman di bawah Busur Sunda. Laporan Penelitian SPP/DPP-ITB, 24.

Widiyantoro, S. and Van D.H.R.D. 1996. Structure and evolution of lithospheric slab beneath the Sunda arc, Indonesia. Science, 271, 1566-1570.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.