Daur Materi, Materi(al), dan Arsitektur Sebagai Unsur Rancangan

Rifandi Septiawan Nugroho, Josef Prijotomo
Submission Date: 2015-01-30 13:17:27
Accepted Date: 2015-03-16 09:16:43

Abstract


Materi alam menjadi unsur pembentuk material, material menjadi unsur pembentuk arsitektur, dan arsitektur menghasilkan limbah materi. Seperti itu daur yang terjadi semenjak awal keberadaan arsitektur, telah terjadi jalinan atas beragam unsur kerja. Indonesia sebagai negara tropis kepulauan memiliki beragam varian materi alam. Hal tersebut didukung dengan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah materi alam yang tersedia. Kemampuan tersebut telah dimiliki sejak ratusan tahun lalu dan diwarisi secara turun temurun hingga hari ini. Saat ini, kemampuan itu lebih sering diartikan sebagai alat untuk bertahan hidup ketimbang ilmu pengetahuan. Hal tersebut menyebabkan kemampuan para pengrajin tidak berkembang dan minat masyarakat untuk mempelajarinya juga berkurang. Dibutuhkan sebuah pendekatan khusus untuk dapat menggabungkan kemampuan pengrajin dengan kesadaran akan pengetahuan agar menghasilkan kualitas arsitektur yang baik. Melalui perancangan objek dilakukan sebuah usaha untuk mendekatkan pengrajin dengan material yang digunakan beserta materi penyusunnya. Seperti yang dilakukan oleh Peter Zumthor, ia memiliki ingatan yang tajam  saat mengenggam gagang pintu di rumah bibinya, menginjak kerikil di bawah kaki, merasakan kelembutan kayu dari anak tangga, dan mendengar bunyi berat daun pintu yang ia dorong. Itu semua gambaran tentang ruangan tradisional biasa yang ia jadikan referensi dalam merancang ruang. Secara mendasar, estetika yang dirasakan manusia datang melalui sebuah kualitas yang mampu menyentuh seluruh panca indera, dan yang lebih utama adalah kinaestetik (pergerakan). Proses merancang dengan meruntut satu per satu daur dari materi, material, dan arsitektur bertujuan menghasilkan sebuah kualitas arsitektur yang menyatukan penghayatan pengguna dengan objek rancangan.

Keywords


Kemampuan; Materi; Material; Penghayatan; Pengetahuan

References


Setiadi S., Avianti A., Achmad T., Robin H., Ketukangan : Kesadaran Material. Jakarta : IAI Jakarta (2014)

Collien D., “Thinking About Architecture”, in representation, London : Laurence King Publishing Ltd (2006) 22-23

Perre V. M., “Elements of Architecture”, in phenomena and perception, Lausanne : Polytechniques Romandes (1990) p.15

Schmidt, A. M. D., & Kirkegaard, P. H. (2006). Tectonic Transformation: The Architect As An Agent Of Change. In K. Rivad (Ed.), Proceedings from Annual symposium of the Nordic Association for Architectural Research. (pp. 130-137). Kunstakademiets Arkitektskolens Forlag.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.