Pengelompokan Kabupaten/Kota di Jawa Timur Berdasarkan Indikator Kesehatan Masyarakat Menggunakan Metode Kohonen SOM dan K-Means

Marina Marsudi Putri, Kartika Fithriasari
Submission Date: 2015-02-02 13:44:02
Accepted Date: 2015-03-16 09:16:43

Abstract


— Kondisi kesehatan masyarakat di Jawa Timur yang tidak homogen akan menyulitkan bagi Tim Pembina Kota Sehat pada saat melakukan pembinaan dan monitoring. Berdasarkan hal tersebut diperlukan pengelompokan kabupaten dan kota di Jawa Timur yang didasarkan pada kemiripan karakteristik kondisi kesehatan masyarakat, sehingga proses pembinaan dan monitoring akan dilakukan berdasarkan kelompok kabupaten dan kota yang terbentuk. Pengelompokan kabupaten/kota di Jawa Timur akan dilakukan menggunakan metode Kohonen SOM kemudian akan dibandingkan dengan hasil pengelom-pokan metode klasik K-Means, yang merupakan metode penge-lompokan yang populer dan sering digunakan, berdasarkan kriteria nilai icdrate (internal cluster dispersion rate). Pada peng-ujian Bartlett diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan atau korelasi di antara variabel penelitian. Setelah dilakukan analisis faktor untuk mereduksi variabel diperoleh 3 faktor baru yang terbentuk. Berdasarkan nilai Pseudo Fstatistics yaitu sebe-sar 13,819, hasil pengelompokan terbaik adalah menggunakan metode Kohonen SOM dengan jenis topologi hextop. Sedangkan pada metode K-Means nilai Pseudo Fstatistics terbesar yaitu 9,781 ketika digunakan kelompok sebanyak 2 klaster. Perban-dingan hasil klaster terbaik berdasarkan nilai icdrate diperoleh kesimpulan bahwa nilai icdrate metode Kohonen SOM yaitu sebesar 0,962 lebih kecil dibandingkan dengan nilai icdrate hasil pengelompokan metode K-Means yaitu sebesar 0,988. Pada hasil pengujian One-way MANOVA diperoleh kesimpulan bahwa pada masing-masing kelompok yang terbentuk memiliki per-bedaan.

Keywords


Icdrate;Indikator Kesehatan Masyarakat;One-way MANOVA;Pseudo Fstatistics;K-means;Kohonen SOM

References