Penilaian Risiko Adanya Total Koliform pada Air Produksi IPA X Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis

Bella Apriliani Amanda, Atiek Moesriati, Nieke Karnaningroem
Submission Date: 2016-07-20 22:16:21
Accepted Date: 2017-01-26 11:12:57

Abstract


Risiko terbesar sistem penyediaan air minum adalah kegagalan menyediakan air minum yang aman bagi masyarakat. Berdasarkan laporan hasil pengujian sampel air produksi IPA X bulan Maret 2016 untuk pemeriksaan parameter wajib diketahui bahwa sampel melebihi baku mutu Permenkes RI No. 492 Tahun 2010 untuk parameter total koliform. Total koliform sebagai indikator pencemaran air oleh patogen menyebabkan air tidak aman dikonsumsi. Proses disinfeksi berperan penting dalam menyisihkan patogen. Kinerjanya dipengaruhi oleh suhu, pH, kekeruhan, dan zat organik. Salah satu cara pengendalian kualitas air produksi melalui pendekatan manajemen risiko menggunakan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA). Risiko potensial harus terukur agar dapat ditentukan risiko penyebab permasalahan dan tindakan pengurangan risiko yang tepat. Penilaian risiko berdasarkan skala Risk Priority Number (RPN) dijadikan dasar penentuan prioritas tindakan perbaikan. Berdasarkan hasil analisis, risiko kegagalan terbesar yaitu penentuan dosis klor dan zat organik (level risiko tinggi); sisa klor (level risiko sedang); kekeruhan dan pH (level risiko sangat rendah). Usulan perbaikan untuk mengurangi risiko tersebut yaitu dilakukan penentuan dosis klor setiap hari, pengendalian pembentukan disinfectant by products (DBPs) akibat adanya zat organik dalam air dengan menurunkan konsentrasi zat oganik menggunakan granular activated carbon (GAC) atau teknologi aerasi, mengurangi pembentukan DBPs dengan menurunkan dosis disinfektan, menyisihkan DBPs setelah senyawa tersebut terbentuk menggunakan GAC, meningkatkan sisa klor menjadi 0,6 mg/l, melakukan pemantauan kekeruhan dan pH pada sistem pengoperasian filter.

Keywords


FMEA; IPA X; kualitas air produksi; penilaian risiko; RPN

References


H. Alang. “Deteksi coliform air PDAM di beberapa kecamatan Kota Makassar”, dalam Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan, Makassar (2015) 16-20.

N.F. Gray, “Drinking water quality: problems and solution, 2nd edition,” UK: Cambridge (2008).

A. Davison, G. Howard, M. Stevens, P. Callan, L. Fewtrell, D. Deere, dan J. Bartram, “Water safety plans managing drinking-water quality from catchment to consumer,” Geneva, US: World Health Organisation (2005).

A. Lindhe, “Risk Assessment and Decision Support for Managing Drinking Water Systems,” Gothenburg: Chalmers University of Technology (2010).

M.N. Apsari dan N. Karnaningroem, “Analisis risiko dan optimasi kualitas air produksi Instalasi Pengolahan Air Ngagel I,” Tesis Program Magister Jurusan Teknik Lingkungan ITS Surabaya (2014).

H. Irawan, “Sepuluh prinsip kepuasan pelanggan,” Jakarta: PT Elex Media Komputindo (2002).

A.A. Amanda, “Business continuity plan pada teknologi dan sistem informasi BPR Bank Surya Yudha Banjarnegara,” Skripsi Jurusan Sistem Informasi ITS Surabaya (2014).

N. Fitria, “Penilaian risiko pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) rumah sakit dengan metode failure mode and effect analysis (FMEA) : Studi kasus IPAL RSU Dr. Slamet Garut,” Skripsi Program Studi Teknik Manajemen Lingkungan ITB Bandung (2009).

A.J. Egerton, “Achieving reliableand cost effective water treatment,” Water Science and Technology Vol. 33, No. 2 (1996) 143-149.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.

Environmental Protection Agency (EPA), “Water treatment manual: disinfection,” Geneva, US: Environmental Protection Agency (2011).

J.E. Brady, “General chemistry: principles and structure 5th edition,” New York: Wiley (1990).

E.A. Farren, “Reducing trihalomethane concentrations by using chloramines as a disinfectant,” Worcester: Environmental Engineering Worcester Polytechnic Institute (2003).


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.