Analisa Deformasi Di Wilayah Jawa Tengah Bagian Selatan Menggunakan GPS-CORS Tahun 2013-2015

Avrilina Luthfil Hadi
Submission Date: 2016-07-22 15:42:26
Accepted Date: 2017-01-26 11:12:56

Abstract


Indonesia merupakan negara yang berada pada wilayah pertemuan empat lempeng yang bergerak aktif. Lempeng Eurasia bertumbukan dengan lempeng Indo-Australia dan membentuk zona subduksi di daerah selatan pulau Jawa sehingga tektonik pulau Jawa terbentuk. Lempeng tektonik Indo-Australia bergerak ke arah utara dengan kecepatan 7 cm/tahun menunjam ke bawah lempeng tektonik Eurasia yang relatif diam. Akibatnya gempa bumi dan gunung api sering terjadi pada batas lempeng tersebut. Pada tahun 2006 terjadi gempa dengan kekuatan 5.9 skala Richter di Daerah Istimewa Jogjakarta dan sekitarnya yang mengakibatkan banyaknya infrastruktur yang rusak dan terjadinya deformasi permukaan di area terdampak. Oleh karena itu, Jawa Tengah telah ditetapkan sebagai daerah rawan gempa bumi nomer VII di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya deformasi yang terjadi di wilayah Jawa Tengah bagian selatan menggunakan data stasiun Ina-CORS. Hasil yang didapatkan berupa vektor dan kecepatan pergeseran yang tejadi dalam tiga tahun (2013-2015). Dari hasil analisa didapatkan bahwa ke-enam stasiun yang diamati memiliki kesamaan arah gerak yaitu bergerak ke arah tenggara dengan rentang kecepatan horisontal untuk tahun 2013 hingga 2015 adalah 0.00910 – 0.01203 m/yr. Sedangkan kecepatan vertikal memiliki rentang nilai kecepatan -0.01147 m/yr hingga 0.04354 m/yr. Perhitungan regangan menggunakan segmen segitiga menghasilkan nilai kompresi yang lebih besar ketimbang nilai ekstensinya. Nilai ekstensi paling dominan terdapat pada segmen segitiga CSLO-CMGL-CBTL dan CBTL-CMGL-CKBM yang didapatkan dengan satuan μstrain.


Keywords


Kecepatan Horisontal, Kecepatan vertikal, Global Positioning System, Deformasi

References