Analisa Forensik Whatsapp dan LINE Messenger Pada Smartphone Android Sebagai Rujukan Dalam Menyediakan Barang Bukti yang Kuat dan Valid di Indonesia

Syukur Ikhsani, Bekti Cahyo Hidayanto
Submission Date: 2016-07-22 21:10:58
Accepted Date: 2017-01-26 11:12:54

Abstract


Aplikasi pengolah pesan yang populer di Indonesia adalah WhatsApp dan LINE Messenger. Peningkatan penggunaan aplikasi tersebut berbanding lurus dengan peningkatan tingkat kejahatan yang menggunakan aplikasi pengolah pesan itu. Tidak jarang, aplikasi pengolah pesan digunakan untuk bertukar informasi yang ilegal ataupun tindakan pemerasan. Hal ini membutuhkan penanganan khusus dan peran forensika digital untuk menyelesaikan kasus yang ada. Penelitian ini menggunakan skenario percakapan dan eksperimen modifikasi terhadap kondisi aplikasi, diantaranya penggunaan normal, penghapusan percakapan dan aplikasi. Data setiap eksperimen akan diambil dengan menggunakan metode yang menyesuaikan dengan kondisi perangkat. Data yang berhasil diambil akan dianalisa menggunakan FTK Imager dan SQLite Browser untuk mencari data-data yang penting terkait pengungkapan kasus. Setelah data penting berhasil diketahui, maka dilakukan analisa lanjutan untuk membuktikan data tersebut dapat dipakai dalam pengungkapan sebuah kasus. Setelah data dapat dibuktikan maka dilanjutkan dengan analisa perbandingan data digital terkait eksperimen, perangkat, dan aplikasi pengolah pesan. Langkah terakhir adalah melakukan analisa keamanan dari setiap aplikasi untuk memberikan rekomendasi terkait aplikasi pengolah pesan yang terbaik pada bidang forensika digital. Didapatkan kesimpulan bahwa bukti data digital telah berhasil didapat dengan menggunakan dua metode, yaitu secara manual dan menggunakan aplikasi tambahan. Data yang berhasil didapatkan adalah data utama seperti data kontak dan percakapan serta data pendukung seperti media dan database cadangan. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan mendapatkan bukti digital adalah aktivitas modifikasi pada kondisi aplikasi dan perangkat yang digunakan. Dan pada akhirnya WhatsApp merupakan aplikasi yang menjadi rujukan dalam forensika digital sedangkan LINE Messenger merupakan aplikasi yang lebih aman karena lebih sulit untuk dilakukan analisa forensika digital.

Keywords


Forensika Digital; LINE Messenger; Mobile Forensics; WhatsApp

References


Sisternet, "Sisternet.xl.co.id," XL Corporation, 19 May 2015. [Online]. Available: http://sisternet.xl.co.id/tiga-aplikasi-chat-terpopuler-di-indonesia-2/. [Accessed 13 January 2016].

N. Ngazi and M. Angelina, "Viva.co.id," Viva News, 25 November 2015. [Online]. Available: http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/703969-tembus-30-juta-pengguna-indonesia--line-rilis-stiker-musik. [Accessed 13 January 2016].

W. Aji, "Tribun Nasional," Tribunnews, 9 November 2015. [Online]. Available: http://www.tribunnews.com/nasional/2015/11/09/rio-capella-minta-uang-ke-sisca-lewat-whatsapp. [Accessed 11 January 2016].

Hidayat, "Tempo Online," Tempo, 14 Desember 2015. [Online]. Available: http://metro.tempo.co/read/news/2015/12/14/214727532/kasus-muncikari-artis-nikita-bareskrim-akan-ada-tersangka-baru. [Accessed 11 January 2016].

C. Anglano, "Forensic Analysis of WhatsApp Messenger on Android," Elsevier, 2014.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.