Analisa Data Foto Udara untuk DEM dengan Metode TIN, IDW, dan Kriging

Juwita - Arfaini, Hepi Hapsari Handayani
Submission Date: 2016-07-25 09:40:26
Accepted Date: 2017-01-26 11:12:56

Abstract


Digital Elevation Model (DEM) atau Model Ketinggian Dijital merupakan suatu model yang merepresentasikan topografi suatu permukaan. Salah satu sumber data yang digunakan untuk membuat model ketinggian dijital ini adalah menggunakan sebaran titik-titik yang memuat informasi koordinat tiga dimensi yaitu x, y, dan z di permukaan bumi. Pengambilan data sebaran titik ini dapat dilakukan melalui foto udara stereo yaitu foto udara yang saling bertampalan sehingga memberikan efek tiga dimensi yang kemudian dapat diambil informasinya.

Proses yang dilakukan untuk membuat sebaran titik ini kemudian disebut stereoplotting yaitu ekstraksi data secara stereoskopis. Sebaran titik-titik yang kemudian disebut dengan mass point ini kemudian diinterpolasi menggunakan metode TIN, IDW, dan Kriging sehingga dapat diketahui perbedaan model DEM dari masing-masing metode yang diproses menggunakan sumber data yang sama. Dari hasil interpolasi tersebut selanjutnya dilakukan analisa hasil dari elevasi setelah dilakukan interpolasi sehingga diketahui presentasenya.

Metode TIN dan IDW memiliki kemiripan dengan memberikan presentasi yang hampir sama pada tiap-tiap kelas ketinggian, sedangkan metode Kriging lebih menampilkan hasil korelasi dari titik-titik dengan radius tertentu sehingga permukaannya tidak ada yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah. Elevasi terkecil dan terbesar terdapat pada metode TIN yaitu sebesar 58,674 meter dan 107, 638 meter. Sementara itu, presentase persebaran ketinggian diklasifikasikan dalam 11 kelas dengan masing-masing intervalnya 5 meter. Persebaran terbesar terdapat pada range 72 – 77 meter. Dari hasil pembuatan DEM kemudian dibuat RMSE nya dengan membandingkan antara elevasi pada metode TIN, IDW, dan Kriging dengan DEM dari TerraSAR-X. Nilai yang memenuhi standar perhitungan RMSE adalah TIN dan IDW karena kurang dari sama dengan 1 meter sesuai standar RMSE dari ASPRS. Pembuatan DEM paling baik adalah menggunakan metode TIN karena memiliki RMSE terkecil yaitu 0,477 meter.


Keywords


DEM; Foto Udara; TIN; IDW; Kriging

References


A. Setianto, T.Triandini, Comparison of Kriging and Inverse Distance Weighted (IDW) Interpolation Methods in Lineament Extraction and Analysis. Journal SE Asian Application Geology. Vol. 5(1) Hal. 21-29. (2013).

ASPRS (American Society of Photogrammetry and Remote Sensing). (2011). ASPRS Accuracy Standards for Digital Geospatial Data.

B. Trisakti, “Pengembangan Metode Ekstraksi DEM (Digital Elevation Model) dari Data ALOS PRISM”. LAPAN. (2010).

Badan Informasi Geospasial, Petunjuk Pelaksanaan Tahapan Stereoplotting. Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim. (2015)

C. Childs, Interpolating Surfaces in ArcGIS Spatial Analyst. ArcUser. ESRI Education Center.(2004).

Chang, K.T. (2008). Introduction to Geographic Information System. Singapura : McGraw Hill.

Li, J. dan Heap, D. (2008). A Review of Spatial Interpolation Methods for Environmental Scientist. Geoscience Australia. Record 2008/23, 137 pp.

Paul R. Wolf, Bon .A. DeWitt, Elements of Photogrammetry with Application in GIS. McGraw-Hill Higher Education. 3rd Edition. (2000)

USGS, Digital Elevation Model (DEM) Creation and Analysis. Science Education Lesson. (2010)


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.