Pengaruh Jarak Nozzle dan Tekanan Gas pada Proses Pelapisan FeCrBMnSi dengan Metode Wire Arc Spray terhadap Ketahanan Thermal

Muhammad Suchaimi, Rochman Rochiem, Hariyati Purwaningsih
Submission Date: 2017-01-12 12:18:13
Accepted Date: 2017-03-17 10:12:43

Abstract


Low Temperature Hot Corrosion (LTHC) merupakan jenis hot corrosion yang terjadi pada temperatur 700-800°C dan biasa terjadi pada sudu-sudu turbin uap. Akibatnya material pada sudu turbin tersebut mengalami keretakan maupun penurunan efisiensi putaran. Perlindungan terhadap hot corrosion dengan cara memberikan penghalang antara substrat dengan lingkungan salah satunya menggunakan metode pelapisan permukaan logam yaitu wire arc spray. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jarak nozzle dan tekanan gas pada pelapisan FeCrBMnSi dengan metode wire arc spray terhadap ketahanan thermal. Dari parameter jarak nozzle dan tekanan gas yang digunakan, didapatkan parameter terbaik yaitu pada jarak 400 mm dan tekanan gas 3 bar yang mempunyai kekuatan lekat sebesar 22,58 MPa dengan persentase porositas 5,93% dan nilai kekasaran permukaan sebesar 16,36 μm. Sedangkan pada pengujian thermal cycle yang dilakukan dengan cara pemanasan dan pendinginan secara kontinyu, pada permukaan coating terbentuk senyawa oksida Fe3O4 yang menyebabkan perambatan retak dan delaminasi. Selain itu kekerasan lapisan coating meningkat akibat adanya senyawa precipitate boride (Fe9B)0,2.

Keywords


Coating; Wire Arc Spray; FeCrBMnSi; Nozzle Distance; Gas Pressure; Thermal Resistance

References