Penalaan Optimal Power System Stabilizer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Pacitan Menggunakan Hybrid Adaptive Chaotic Differential Evolution Dan Reduksi Jaringan Berbasis Rugi Saluran

Dheny Ashari Hasan, Adi Soeprijanto, Ni Ketut Aryani
Submission Date: 2017-01-18 10:54:12
Accepted Date: 2018-02-28 02:13:18

Abstract


Ketidakstabilan pada suatu generator mampu menyebabkan pemadaman total pada suatu system tenaga listrik, seperti yang terjadi pada PLTU Pacitan, Senin, 12 Mei 2014 [1]. Sayangnya, analisis kestabilan dinamik masih sering menggunakan model SMIB yang hanya fokus mengamati 1 mesin saja. Dalam beberapa penelitian terakhir, analisis kestabilan dinamik multi mesin dilakukan dengan terlebih dahulu mereduksi system multi mesin menjadi single mesin. Metode reduksi jaringan yang umum digunakan adalah metoda konvensional seperti REI-Dimo, Ward Equivalent, dan Cohenrency Equivalent. Metode reduksi yang lebih baru menggunakan rugi-rugi jaringan untuk mendapatkan nilai impedansi ekuivalen saluran antara generator dengan bus tak berhingga. Metode baru ini menawarkan proses kalkulasi yang sederhana dibandingkan metode yang lain. Namun, metode baru ini memiliki kelemahan seperti, tidak terjaminnya konvergensi dan tidak merepresentasikan operating point mesin. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan pendekatan reduksi menggunakan power flow tracing untuk menentukan kontribusi generator pada sistem secara utuh. Model SMIB hasil reduksi digunakan sebagai dasar penalaan power system stabilizer. PSS mampu meningkatkan redaman osilasi jika ditala secara optimal. Untuk mendapatkan penalaan dan redaman optimal, digunakan pendekatan optimasi hybrid adaptive chaotic differential evolution (HACDE). Metode optimasi DE merupakan metode yang unik, sederhana, handal, dan cepat konvergen. Analisis eigenvalue multi-objective digunakan sebagai fungsi objektif metode optimasi HACDE. Berdasarkan simulasi, metode power flow tracing lebih unggul dibandingkan metode superposisi dalam hal mencari kerugian saluran akibat kontribusi daya sebuah generator. Kemudian, berdasarkan hasil simulasi penalaan parameter PSS pada Generator Pacitan Sistem Transmisi 150kV Jawa Tengah didapatkan urutan metode optimasi yang memiliki nilai fitness menggunakan eigenvalue terbaik, yaitu HACDE (0,869), DE (0,722), RD-PSO (0,686), dan PSO (0,534). Selain itu melalui evaluasi domain waktu menggunakan ITAE didapatkan urutan, yaitu HACDE (12,89), PSO (14,78), DE (16,02), dan RD-PSO (21,21). Oleh karena itu, HACDE lebih unggul untuk mendapatkan nilai optimal parameter PSS guna memberikan redaman optimal pada osilasi Generator Pacitan.

Keywords


DE; Kerugian Jaringan; Kestabilan Dinamik; Power Flow Tracing, PSS; Reduksi Jaringan; SMIB

References