Bioremediasi Lumpur Alum menggunakan Aspergillus niger dengan Penambahan Serbuk Gergaji sebagai Bulking Agent

Indira Wido Primadipta, Harmin Sulistiyaning Titah
Submission Date: 2017-01-23 10:02:05
Accepted Date: 2017-03-17 10:12:43

Abstract


Penggunaan koagulan Al2SO4 dalam pengolahan air minum dan menghasilkan produk samping berupa lumpur alum. Dampak yang ditimbulkan dari akumulasi aluminium di badan sungai yakni dapat membahayakan kesehatan manusia dan mengganggu kelangsungan hidup biota sungai. Bioremediasi merupakan salah satu teknologi remediasi yang memanfaatkan mikroorganismen dan dapat digunakan untuk menyisihkan logam aluminium. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyisihkan logam aluminium adalah jamur Aspergillus niger. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakteristik awal lumpur alum dari IPAM X meliputi konsentrasi aluminium, pH, suhu, densitas, kadar air serta porositas, efisiensi penyisihan aluminium dengan variasi penambahan serbuk gergaji sebagai bulking agent dan konsentrasi penambahan jamur Aspergillus niger (5 dan 10% (v/v)) serta bioremediasi paling efektif berdasarkan berbagai variasi yang telah disebutkan. Karakteristik lumpur alum dari IPAM X yakni memiliki konsentrasi aluminium 250 mg/L, pH 8,61 dengan suhu 31oC, massa jenis 1240 kg/m3, kadar air 98% serta angka porositasnya 0,0230. Pada penambahan 5 dan 10% (v/v) Aspergillus niger didapatkan efisiensi penyisihan aluminium pada sampel 100% lumpur alum yakni masing-masing 8,45% dan 9,08% sedangkan pada sampel 97% lumpur alum dan 3% serbuk gergaji yakni masing-masing 8,27% dan 10,11%. Didapatkan kesimpulan bahwa bioremediasi yang paling efektif untuk penyisihan aluminium yakni pada penambahan 10% (v/v) Aspergillus niger pada 97% lumpur alum dan 3% serbuk gergaji sebesar 10,11%.

Keywords


Aspergillus niger, bioremediasi, aluminium, lumpur alum

References