Kriteria Lokasi Pembangunan Tower BTS (Base Transceiver System) di Kota Kediri

Rofiqoh Etika Amalin, Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Submission Date: 2017-01-25 09:41:32
Accepted Date: 2017-03-17 10:12:42

Abstract


Infrastruktur telekomunikasi memiliki peran penting terhadap perkembangan ekonomi nasional. Menurut data Dirjen Pos dan Telekomunikasi pengguna seluler mengalami pertumbuhan rata-rata 31,9% pertahun dalam periode 2006-2010. Upaya untuk meningkatan layanan telekomunikasi di Kota Kediri memiliki masalah karena terdapat keberadaan menara yang mengganggu kenyamanan masyarakat sekitarnya, lokasi yang melanggar aturan dan tower BTS yang tidak memiliki ijin. Perspektif pemilihan lokasi dari pemerintah dan operator memiliki perbedaan, sedangkan infrastruktur tersebut harus berada di lokasi yang strategis untuk mendapatkan hasil yang optimal. Oleh sebab itu, perlu adanya penelitian untuk merumuskan kriteria lokasi menurut stakeholder di Kota Kediri. Metode yang digunakan yakni analisis Delphi untuk menentukan faktor penentu lokasi. Kemudian setelah ditemukan faktor dilakukan pembobotan terhadap faktor dengan analisis AHP. Analisis terakhir yakni perumusan kriteria dengan menggunakan Content Analysis. Dari analisis Delphi dihasilkan 20 faktor yang digunakan sebagai faktor penentu lokasi pembangunan tower BTS di Kota Kediri. Faktor tersebut yakni jarak terhadap konsumen, jumlah penduduk yang dilayani, luas jangkauan pelayanan, kualitas layanan, banyaknya permintaan, pertumbuhan penduduk, perilaku pelanggan, sikap masyarakat, banyaknya gedung tinggi, ketersediaan lahan, ruang udara, estetika lingkungan, berada dalam wilayah jangkauan sel, jarak dengan kegiatan sekitar, perencanaan tata ruang, biaya pajak, proses perijinan, terdapat akses jalan, biaya investasi, ketersediaan energi listrik. Dari masing-masing faktor tersebut, diperoleh 3 faktor dengan bobot tertinggi, yakni ketersediaan energi listrik (0,09934), sesuai dengan rencana tata ruang (0.09646), dan proses perijinan (0.09194). Ketiga faktor ini paling besar pengaruhnya terhadap pemilihan lokasi tower BTS di Kota Kediri. Dengan demikian diperoleh kriteria utama lokasi pembangunan tower BTS di Kota Kediri adalah tersedianya energi listrik dengan daya yang memadai untuk BTS, lokasi yang harus sesuai dengan rencana tata ruang, dan lokasi yang memenuhi semua proses perizinan. Dari penelitian ini didapatkan bahwa energi listrik yang memadai menjadi prioritas untuk memilih lokasi tower BTS.

Keywords


kriteria; lokasi tower BTS; infrastruktur telekomunikasi

References


Bangsaonline. (2015). Retrieved Februari 20, 2016, from Diduga tak Berijin, Warga Bandar Lor Kota Kediri Wadul Dewan atas Pendirian Menara BTS: http://www.bangsaonline.com/berita/16159/diduga-tak-berijin-warga-bandar-lor-kota-kediri-wadul-dewan-atas-pendirian-menara-bts

CME, T. (2012). Manfaat Tower bagi semua pihak. Retrieved Februari 20, 2016, from Citra Megah Elektrik Jasa Kontruksi dan Mekanikel: http://cmeteam86.blogspot.co.id/p/manfaat-tower-bagi-semua-pihak.html

Depkominfo. (2010). Studi Dampak Penataan Lokasi Menara BTS Terhadap Kualitas Layanan Jaringan Bergerak Seluler. Jakarta: Puslitbang Pos dan Telekomunikasi.

Fachrie, M., Widowati, S., & Hanuranto, A. T. (2012). Implementasi Fuzzy Evolutionary Algorithms untuk Penentuan Posisi Base Transceiver Station (BTS). Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2012. Yogyakarta.

Mashudi, D. (2014, September 14). Satpol PP Kota Kediri Segel Menara Tower Ilegal. Retrieved Februari 20, 2016, from Suryaonline: http://surabaya.tribunnews.com/2014/09/04/satpol-pp-kota-kediri-segel-menara-tower-ilegal

Payung, R. R. (2015, September 03). Dampak Perkembangan Infrastruktur Media dan Telekomunikasi di Masyarakat. Retrieved Februari 17, 2016, from Institut Komunikasi Indonesia Baru: http://komunikasi.us/index.php/course/5176-dampak-perkembangan-infrastruktur-media-dan-telekomunikasi-di-masyarakat

PT Telkom Indonesia, T. (2009). Tinjauan Industri Telekomunikasi di Indonesia.

Tarigan, R. (2004). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.