Pra Desain Pabrik Dietil Karbonat dari CO2 dan Ethanol Melalui Proses Indirect Route

Diana Rachmawati, Rianti Widi Andari, Gede Wibawa
Submission Date: 2017-01-25 10:37:18
Accepted Date: 2017-03-17 10:12:42

Abstract


Konsumsi bahan bakar minyak pada tahun pada periode 2000-2013 meningkat dari 764 juta SBM pada tahun 2000 menjadi 1.151 juta SBM [1]. Dengan meningkatnya konsumsi bahan bakar, maka emisi gas buang berupa CO2 juga akan meningkat. Gas CO2 tidak hanya dihasilkan dari adanya emisi gas buang pada bahan bakar, tetapi gas CO2 juga banyak dihasilkan dari proses industri minyak dan gas. ExxonMobil Cepu Ltd. yang beroperasi di Bojonegoro merupakan salah satu industri pengeboran minyak yang menghasilkan emisi gas CO2 sebesar 427 TPD. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap meningkatnya emisi gas CO2 di udara. Salah satu upaya untuk mengurangi emisi adalah dengan memanfaatkan gas buang tersebut menjadi Diethyl Carbonate (DEC). DEC merupakan salah satu senyawa oxygenate yang menjadi alternatif zat aditif pada bahan bakar, bersifat nontoxic dan juga dapat terurai (biodegradable). Sehingga DEC termasuk zat kimia yang ramah lingkungan[2]. Mengingat DEC juga memiliki potensi untuk meningkatkan nilai oktan tanpa menimbulkan masalah emisi gas buang yang berarti, maka perancangan pabrik DEC perlu untuk dilakukan. Dari kapasitas bahan baku CO2 sebesar 427 TPD akan dihasilkan produk DEC : 284 ribu ton/tahun, Butylene Carbonate : 93 ribu ton/tahun dan 1,2 Butanediol : 223 ribu ton/tahun. Dari analisa ekonomi diperoleh : Total Cost Investment: MUSD 568.44; Internal Rate of Return : 36.88%; POT: 3.26 tahun; BEP : 41.3 %; dan NPV 10 year : MUSD 3331.9. Sehingga pendirian pabrik ini perlu dipertimbangkan sebagai salah satu upaya untuk menurunkan CO2.

Keywords


Dietil Karbonat; CO2; Ethanol; Desain Pabrik

References