Implementasi Lingkungan Realitas Maya dengan Menggunakan Cave Automated Virtual Environment (CAVE)

Ahmad Ridwan Fauzi, Imam Kuswardayan, Darlis Herumurti
Submission Date: 2017-01-25 16:01:36
Accepted Date: 2017-03-17 10:12:41

Abstract


Realitas maya merupakan teknologi yang sedang umum dibicarakan dewasa ini. Untuk menghadirkan sensasi yang semakin nyata terasa, diperlukan suatu perangkat yang mampu menghadirkan lingkungan maya tersebut sehingga dapat terasa sangat nyata dan seolah-olah terjadi bagi penggunanya. Terdapat perangkat CAVE yang telah diterapkan di beberapa negara, akan tetapi perangkat ini belum banyak dijumpai di Indonesia. Selain dapat menghadirkan lingkungan maya, perangkat ini mampu digunakan oleh beberapa orang dalam satu sesi, serta tidak secara langsung mengisolasi lingkungan maya dengan lingkungan nyata. Perangkat CAVE tersusun atas 4 komputer yang masing-masing bertanggung jawab untuk menampilkan gambar pada 4 proyektor yang disusun berbentuk kubus. Hasil pengujian dengan mensimulasikan perangkat ini menggunakan monitor saja menunjukkan hasil yang kurang baik dari segi penilaian tingkat imersif. Namun perangkat ini masih memiliki potensi yang cukup baik apabila diuji dan diterapkan dengan menggunakan komponen yang sesuai. Fungsi lainnya, seperti interaksi pengguna dengan perangkat, rasa pusing yang dialami, serta realisme yang disajikan oleh dua scene yang telah disediakan menunjukkan hasil yang cukup baik.

Keywords


Virtual Reality; CAVE; Unity; Projector; Environment

References


CAVE Automatic Virtual Environment. (n.d.). Diakses tanggal 25 Mei 2016, dari http://www.visbox.com/products/cave/

CAVE Fully Immersive Virtual Reality - Virtual Reality. (n.d.). Diakses tanggal 25 Mei 2016, dari http://www.vrs.org.uk/virtual-reality-environments/cave.html

Helgaeson, David. Another Million Unity Developers in the House. July 9, 2013. Diakses tanggal 21 Desember 2016, dari https://blogs.unity3d.com/2013/07/09/another-million-unity-developers-in-the-house/

Muhanna, M. A. (18 Maret 2014). Virtual reality and the CAVE: Taxonomy, interaction challenges and research directions

Game developers, start your Unity 3D engines (interview). 2 November 2012. Diakses tanggal 3 Juni 2016, dari http://venturebeat.com/2012/11/02/game-developers-start-your-unity-3d-engines-interview/

Chung, Lawrence. (n.d.). Client-Server Architecture

Unity officially releases its new game engine: Unity 5. 3 Maret 2015. Diakses tanggal 3 Juni 2015, dari http://www.theverge.com/2015/3/3/8142099/unity-5-engine-release


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.