Implementasi Teknologi Nfc Pada Ponsel Pintar Sebagai Agen Autentikasi Dalam Sistem E-Vote

Muhamad Ardhinata Juari, Supeno Djanali, Hudan Studiawan
Submission Date: 2017-01-26 21:59:46
Accepted Date: 2017-03-17 10:12:41

Abstract


Sistem pemungutan suara di Indonesia yang lebih dikenal dengan nama pemilihan umum (pemilu) sampai saat ini masih dilaksanakan secara manual. Dalam sistem tersebut, dibutuhkan waktu yang lama serta tenaga yang besar untuk menghitung hasil dari pemlihan umum tersebut. Sistem manual juga memiliki banyak kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memanipulasi hasil pemilihan umum. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu solusinya adalah dengan menerapkan sistem pemilihan umum dengan sistem berbasis perangkat elektronik yang lebih dikenal dengan istilah E-Vote. Berbagai macam metode telah diterapkan dalam sistem E-Vote untuk mengatasi kecurangan, salah satunya dengan menggunakan sistem enkripsi-dekripsi data dari pemilih ke sistem. Namun hal ini kurang efektif apabila kecurangan terjadi ketika data sudah dirubah sebelum masuk ke sistem. Dengan menerapkan mekanisme rantai kepercayaan (chain of trust) untuk mendeteksi adanya perubahan surat suara serta sistem autentikasi digital, mekanisme keamanan bagi peserta pemungutan suara bisa diwujudkan. Proses autentikasi digital menggunakan ponsel pintar dengan teknologi NFC dipadukan dengan sistem enkripsi asimetris dan digital signature. Pemilih bisa mendeteksi adanya perubahan surat suara melalui digital signature yang ada dan sistem E-Vote bisa mengenali peserta dari kunci publik yang ditawarkan oleh autentikator. Kemudian sistem E-Vote bisa memverifikasi keaslian kunci publik peserta melalui autentikasi berbasis zero-knowledge proof challenge. Hasil pilihan peserta kemudian dikirimkan ke autentikator untuk ditandatangani dan tandatangan tersebut digunakan sebagai bukti peserta telah melakukan pemilihan. Dari hasil uji coba yang dilakukan, terbukti bahwa autentikator bisa mendeteksi ketidaksamaan antara data dengan signature, dan autentikator bisa melakukan autentikasi dengan sistem E-Vote dengan tepat. Data hasil pilihan peserta bisa diverifikasi dengan signature yang ada untuk memeriksa integritas data.


Keywords


Near Field Communication; Authentication Agent; Zero-Knowledge Proof; Digital Signature; pemungutan suara elektronik

References


T. Kohno, A. Stubblefield, D. S. Wallach dan A. D. Rubin, “Analysis of an Electronic Voting System,” IEEE Symposium on Security and Privacy, 2004.

M. Blum, S. Micali, A. De Santis dan G. Persiano, “Non-Interactive Zero Knowledge,” Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, 1990.

D. Chaum, J.-H. Evertse dan J. van de Graaf, “An Improved Protocol for Demonstrating Possession of Discrete Logarithms and Some Generalizations,” Lecture Notes in Computer Science, vol. 304, pp. 127-141, 2000.

National Institute of Standards and Technology, “FIPS PUB 180-4: Secure Hash Standard (SHS),” Federal Information Processing Standards, Gaithersburg, 2015.

National Institute of Standards and Technology, “Descriptions of SHA-256, SHA-384, and SHA-512,” National Institute of Standards and Technology.

U. V. Agrawal dan B. Khanna, “Near Field Communication, A Technology for Short Range Communication,” dalam National Conference on Advanves in Computing, Networking and Security, Nanded, Maharashtra 431606, India, 2013.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.
Statistik Pengunjung