Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Nepa Berdasarkan Preferensi Pengunjung Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang

Tadaki Santoso Hasegawa, Ema Umilia
Submission Date: 2017-01-27 12:13:44
Accepted Date: 2017-03-17 10:12:42

Abstract


Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, memiliki kawasan wisata pantai Nepa, yang terdiri dari 6 potensi wisata di 3 desa, yakni wisata alam pantai Nepa, wisata alam hutan kera Nepa, makam petilasan Raden Segoro, wisata arung laut, wisata budaya Rokat Tase’, dan wisata buatan waduk Nipah, di Desa Batioh, Desa Nepa, dan Desa Montor. Penelitian deskriptif ini menggunakan analisis deskriptif, yang digunakan untuk mencapai sasaran pertama analisis potensi wisata, sasaran kedua analisis preferensi pengunjung, hingga sasaran terakhir merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata pantai Nepa berdasarkan preferensi pengunjung. Rumusan arahan pengembangan kawasan tersebut menghasilkan arahan pengembangan berupa penyediaan, perbaikan, pemeliharaan, dan peningkatan akses prasarana dan sarana pariwisata, peningkatan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan dan sikap masyarakat terhadap pengunjung dengan nilai-nilai sapta pesona, penambahan jenis atraksi wisata, penyediaan akomodasi, peningkatan partisipasi masyarakat, dan promosi kawasan, untuk setiap potensi wisata.

Keywords


arahan pengembangan; kawasan pantai Nepa; potensi wisata; Preferensi pengunjung

References


Wahab, S. Ph.D. (1976). Tourism Management. PT. Pradnya Paramita : Jakarta.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Olahraga Kabupaten Sampang. 2013. Dokumen Rencana Induk Pengembangan Pariwisata (RIPPDA) Kabupaten Sampang. Sampang : Pemerintah Kabupaten Sampang.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sampang. 2015. Kecamatan Banyuates Dalam Angka. Sampang: BPS Kab. Sampang.

Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur. 2014. Pariwisata Dalam Angka Provinsi Jawa Timur 2014. Jawa Timur : Dispar Jatim.

Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten Sampang. 2012. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sampang 2012-2032. Sampang : Bappeda Kabupaten Sampang.

Kementrian pariwisata. 2009. Undang-undang Kepariwisataan No.10 Tahun 2009. Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan : Jakarta, Indonesia.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penjaminan Mutu, Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.