Analisis Bencana Longsor Lahan di Kabupaten Tuban Melalui Pengolahan Citra Satelit Multilevel Untuk Pembuatan Peta Potensi Longsor

Citra Prastika, Bangun Muljo Sukojo
Submission Date: 2017-07-23 21:06:09
Accepted Date: 2018-01-09 21:27:32

Abstract


Longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat dari terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut. Efek tanah longsor terhadap manusia dan bangunan dapat dikurangi dengan cara menghindari daerah rawan, menyiarkan larangan, atau dengan menerapkan standar keselamatan saat berada di daerah tersebut. Oleh karena itu, tujuan dalam tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui potensi/risiko longsor yang berperan dalam mitigasi bencana longsor di Kabupaten Tuban.

Daerah rawan bencana longsor dapat diidentifikasi dengan menggunakan data penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan peta daerah rawan bencana longsor dengan menggunakan beberapa parameter penyebab tanah longsor diantaranya curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng, dan tutupan lahan. Parameter tersebut akan diolah dan dianalisa serta akan diperkuat dengan menggunakan data penginderaan jauh yakni citra satelit resolusi menengah Landsat 8, citra satelit resolusi tinggi SPOT dan citra satelit resolusi sangat tinggi Quickbird.

Hasil yang didapatkan berupa peta kerawanan longsor yang terbagi dalam 5 kelas kerawanan yakni kerawanan sangat rendah, kerawanan rendah, kerawanan sedang, kerawanan tinggi, dan kerawanan sangat tinggi yang menempatkan Kabupaten Tuban didominasi oleh tingkat kerawanan sedang dengan luas 99.519,9 ha, sedangkan untuk tingkat kerawanan sangat tinggi hanya seluas 268,537 ha.


Keywords


Kabupaten Tuban; Penginderaan Jauh; Satelit Landsat 8; Satelit SPOT; Satelit Quickbird; Sistem Informasi Geografis; Tanah Longsor

References


Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 15. 2014. Tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar. Bogor: Badan Informasi Geospasial.

Badan Informasi Geospasial. 2016. Modul Validasi Peta Rencana Tata Ruang. Jakarta.

Abidin, H, Z. 2002. Penentuan Posisi Dengan GPS dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Isti, Adhina Yura. 2013. Pemetaan Zonasi Kerentanan Banjir di Kabupaten Sragen Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Penginderaan Jauh dan SIG Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada.

Sugianti Khori, dkk. 2014. Pengklasan Tingkat Kerentanan Gerakan Tanah Daerah Sumedang Selatan Menggunakan Metode Storie. Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI: Bandung.

Kesaulya Hertine, dkk. 2016. Perencanaan Mitigasi Bencanan Longsor di Kota Ambon. Jurnal Perencanaan Wilayah & Kota Universitas Sam Ratulanggi Manado, 228-235.

Dinas Pekerjaan Umum. 2007. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor. Jakarta.

Susanto, Aditya Dhani. 2014. Analisis Tingkat Rawan Kekeringan Lahan Sawah Dengan Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Sragen. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Menteri Kehutanan. 2012. Peraturan Menteri Kehutanan Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.32/Menhut-Ii/2009 Tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (Rtk RHL-DAS). Jakarta.

Departemen Pekerjaan Umum. 2006. Pedoman Penyelidikan dan Pengujian Tanah Dasar untuk Pekerjaan Jalan Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta.

Ali Hanafiah, Kemas. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Rajagrafindo Persada: Jakarta.

USDA. Second Edition, 1999. Soil Taxonomy: A Basic System of Soil Classification for Making and Interpreting Soil Surveys. U.S. Government Printing Office Washington, DC.

Xu, H. Modification of normalized difference water index (NDWI) to enhance open water features in remotely sensed imagery. Int. J. Remote Sens. 2006, 27, 3025–3033.

USDA. Second Edition, 1999. Soil Taxonomy: A Basic System of Soil Classification for Making and Interpreting Soil Surveys. U.S. Government Printing Office Washington, DC.


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.
Statistik Pengunjung