Praktik Manajemen Energi pada Industri Manufaktur

Rifda Mufidah Lestari, Imam Baihaqi, Satria Fadil Persada
Submission Date: 2018-01-22 07:23:16
Accepted Date: 2018-04-19 22:27:37

Abstract


Permasalahan energi di Indonesia berada di dua sisi, yaitu pada sisi persediaan cadangan energi tak terbarukan yang semakin menipis dan dari sisi konsumsi energi yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat. Pemerintah telah menyiasati permasalahan ini dengan menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik manajemen energi pada industri sektor manufaktur. Kueisioner disebarkan kepada perusahaan industri manufaktur yang telah menerapkan manajemen energi. Metode t-Test: Two Sample Assuming Equal Variances digunakan sebagai teknik analisis data. Dari 34 sampel perusahaan manufaktur, menunjukkan bahwa kelompok yang memiliki setifikat ISO 50001 dan kelompok tidak memiliki sertifikat ISO 50001 memiliki perbedaan persepsi mengenai komitmen manajemen, energy knowledge, dan audit energi, sedangkan pada dimensi energy awareness, kedua kelompok tersebut tidak memiliki perbedaan persepsi. Temuan lainnya adalah antara kelompok perusahaan yang memiliki pembangkit listrik dan yang tidak memiliki pembangkit listrik tidak ada perbedaan persepsi terkait komitmen manajemen, energy awareness, energy knowledge, dan audit energi.

Keywords


Industri Manufaktur; ISO 50001; Manajemen Energi; Pembangkit Listrik

References