Penilaian Keandalan Sistem Tenaga Listrik Jawa Bagian Timur dan Bali Menggunakan Formula Analitis Deduksi Dan Sensitivitas Analitis Dari Expected Energy Not Served

Adibtyo Putro Gumilang
Submission Date: 2018-01-23 23:00:08
Accepted Date: 2018-07-18 14:51:59

Abstract


Penilaian keandalan sistem tenaga listrik dapat ditinjau dari banyak aspek. Salah satu parameter yang dapat digunakan adalah EENS (Expected Energy Not Served). Namun karena beban selalu mengalami peningkatan, sehingga harus diimbangi oleh pembangkitan pada sistem tenaga listrik. Penambahan jumlah dari komponen pada sistem tenaga listrik, mengakibatkan semakin banyak faktor yang mempengaruhi besarnya nilai keandalan dalam hal ini dikhususkan terhadap EENS. Oleh karena itu untuk mempermudah mendapatkan nilai EENS, dibantu dengan simulasi aliran daya optimal untuk mendapatkan nilai DNS pada setiap state daya. Kemudian indeks keandalan tersebut digunakan pada subsistem 150kV Krian-Gresik. Subsistem Krian-Gresik memiliki potensi EENS sebesar 397300.8 MWh/tahun. Dengan total kebutuhan energi sebesar  16777853 MWh/tahun. Sehingga EENS untuk subsistem 150kV Krian-Gresik bila dinyatakan dalam persen sebesar 2.368%. Untuk melihat pengaruh laju kegagalan maka dihitung sensitivitas EENS terhadap laju kegagalan untuk subsistem 150kV Krian-Gresik. Unit pembangkit GRESIKU54 memiliki nilai sensitivitas yang paling besar. Sehingga apabila unit pembangkit tersebut mengalami pemadaman, maka akan memiliki pengaruh yang cukup besar untuk EENS pada sistem.

Keywords


Indeks keandalan EENS (Expected Energy Not Served); DNS (Demand Not Served); Sensitivitas

References