Analisis Sistem Tenaga dan Redesign Tower Crane Potain MD 900

Intan Kumala Bestari, I Nyoman Sutantra
Submission Date: 2018-01-25 12:43:46
Accepted Date: 2018-07-18 14:52:00

Abstract


Tower crane adalah alat yang digunakan untuk mengangkut material secara vertikal dan horizontal ke suatu tempat yang tinggi pada ruang gerak yang terbatas. Prinsip yang digunakan dalam menentukan beban yang mampu diangkut oleh tower crane adalah berdasarkan prinsip momen. Semakin berat beban yang harus diangkut, maka radius operasi yang dicapai menjadi semakin kecil. Berdasarkan studi lapangan yang telah dilakukan di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya tower crane dengan merek Potain MD 900 berkapasitas angkat 50 ton pada jarak lengan 21,10 meter hanya mampu mengangkat beban sebesar 40 ton. Sedangkan pada spesifikasi tower crane Potain MD 900 pada jarak lengan yang sama yaitu 21,10 meter beban yang dapat diangkut sebesar 50 ton. Dalam menentukan daya motor pada tower crane selain gaya berat (gaya statis) dari beban angkat juga terjadi percepatan (gaya dinamis) yang perlu diperhitungkan. Oleh karena perbedaan nilai dari daya motor terhadap kapasitas angkat ini maka pada tugas akhir ini akan dilakukan analisis pada perhitungan statis maupun dinamis dalam menentukan daya motor pada tower crane. Selain itu perlu juga dilakukan analisis terhadap nilai rasio gearbox yang terdapat pada tower crane saat ini, sehinga dapat dilakukan redesign agar mendapat nilai rasio gearbox yang lebih kecil dari saat ini dan harga gearbox akan lebih murah. Pada tugas akhir ini terdapat 2 tahapan, yaitu tahap analisis pada perhitungan dinamis maupun statis dalam menentukan daya motor dan rasio gearbox yang dibutuhkan dengan kondisi tower crane saat ini. Kemudian setelah analisis dilakukan redesign pada komponen hoisting yaitu tali baja, pulley dan drum untuk meningkatkan kemampuan angkat tower crane dan juga memperkecil nilai rasio gearbox. Hasil perhitungan daya motor dengan kapasitas angkat maksimum sebesar 50 ton pada perhitungan statis didapatkan daya sebesar 88 kW sedangkan pada perhitungan dinamis didapatkan daya sebesar 110 kW. Pada desain lama dengan rope reeving 2/1 dan kapasitas 40 ton, dengan perhitungan dinamis didapat daya motor 88 kW dan rasio gearbox sebesar 76,76 sedangkan pada hasil redesign dengan rope reeving 8/1 dan kapasitas 50 ton didapat daya motor 110 kW dan rasio gearbox sebesar 10,5.

Keywords


Daya Motor; Putaran Drum; Rasio Gearbox

References