Optimasi Jaringan SFN pada Sistem DVB-T2 Menggunakan Metode Particle Swarm Optimization

Oxy Riza Primasetiya, Gamantyo Hendrantoro, Endroyono Endroyono
Submission Date: 2013-07-26 10:44:06
Accepted Date: 2013-09-20 17:24:34

Abstract


Di Indonesia perpindahan dari sistem analog ke sistem digital pada dunia pertelevisian saat ini sedang dalam proses. TV analog yang saat ini masih dipergunakan dianggap tidak lagi efisien, selain tidak memberikan kualitas layanan yang optimal, juga tidak efisien terhadap spektrum sinyal. Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri No 5 Tahun 2012, dalam penyiaran digital menggunakan Teknologi DVB-T2. Teknologi DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial Second Generation)dapat diaplikasikan dengan menggunakan SFN (Single Frequency Network). Jaringan SFN memungkinkan sebuah stasiun TV dapat memiliki pemancar dengan frekuensi yang sama dan tersebar pada wilayah layanan yang luas. Transmisi SFN dapat diartikan sebagai bentuk sederhana dari propagasi multipath, karena semua pemancar dalam jaringan mengirimkan secara bersamaan informasi yang sama menggunakan saluran frekuensi yang sama. Dengan teknologi SFN, meskipun semua pemancar dalam jaringan mengirimkan data pada frekuensi yang sama, hal tersebut tidak mengakibatkan interferensi dalam proses perngiriman data. Pada Penelitian ini, membahas mengenai optimasi jaringan SFN pada sistem DVB-T2. Metode yang dipilih dalam proses optimasi DVB-T2 adalah PSO (Particle Swarm Optimization), lalu hasil optimasi dibandingkan dengan sebelum optimasi dan juga dibandingkan dengan metode optimasi lain, yaitu Simulated Annealing. Melalui metode PSO, sebuah algoritma akan disimulasikan untuk mengoptimalisasi sejumlah parameter orientasi antena pemancar pada setiap pemancar SFN di wilayah tertentu. Dengan demikian, daerah coverage jaringan SFN pada wilayah tersebut dapat diperluas.

Keywords


DVB-T2; Jaringan SFN;Optimasi; Particle Swarm Optimization

References


Budiarto, H., Tjahjono, BH., Rufiyanto, A., Kusuma, A., Hendrantoro, G., Dharmanto, S. Sistem TV Digital dan Prospeknya di Indonesia. Jakarta : Multikom Indo Persada. Bab 1, . 2007

Wu, Y., Pliszka E., Caron, B., Bouchard, P., Chouinard G. 2000. Comparison of terrestrial DTV transmission systems: the ATSC 8-VSB, the DVB-T COFDM, and the ISDB-T BST-OFDM. IEEE Transactions on Broadcasting, v. 46, no. 2, hal. 101-113.

Mattsson, A. Single Frequency Networks in DTV, IEEE Transactions On Broadcasting, Vol.51, No.4. . 2005

Lanza, M., Gutierrez, AL., Barriuso, I., Domingo, M., Perez, JR., Valle, L., Basterrechea, J. Optimization of Single Frequency Networks for DVB-T Services Using SA and PSO. Roma : Proceedings of the 5th European Conference on Antennas and Propagation (EUCAP). 2011.

T. S. Rappaport, “Wireless Communications Principles and Practices, 2nd ed.”, Prentice Hall, 2002.

Poli, R., Kennedy J., Blackwell T., “Particle Swarm Optimization : An Overview”, Springer Science + Business Media, 2007.

ETSI TS 102 831. 2012. “Digital Video Broadcasting (DVB); Implementation Guidelines for a Second Generation Digital Terrestrial Television Broadcasting System (DVB-T2)”, V1.2.1 (2012-08).

Ikhwan. Adib Nur, Tugas Akhir, “Optimasi Coverage SFN Pada Pemancar TV Digital DVB-T2 Dengan Metode Simulated Annealing”Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2013


Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.