Analisis Hubungan Kluster Industri dengan Penentuan Lokasi Pelabuhan: Studi Kasus Pantai Utara Pulau Jawa

Maulana Prasetya Simbolon, Tri Achmadi
Submission Date: 2012-07-23 18:39:22
Accepted Date: 2012-09-28 09:10:06

Abstract


Proses distribusi barang merupakan suatu rangkaian proses yang terkait dalam upaya penguasaan areal pasar terluas melalui maksimisasi penjualan dan minimisasi biaya produksi (transportasi). Sebagian contoh nyata di beberapa wilayah, proses distribusi barang tidak didasarkan pada aspek minimisasi biaya transportasi/trucking (teori lokasi tradisional) dimana pengiriman barang tidak melalui pelabuhan muat yang dekat dengan lokasi industri.

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui keterkaitan hubungan antara industri dengan penentuan lokasi pelabuhan serta faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah metode komparasi hasil perhitungan model deterministik (Linear Programming dan Gravitasi dengan Pembatas Tunggal) dengan data yang ada, serta analisis korelasi (model uji kebebasan dan Crammer’s-Coefficient of Association) dalam mengukur keeratan hubungan faktor-faktor yang berpengaruh dalam penentuan lokasi pelabuhan.

Hasil perhitungan menunjukkan adanya hubungan/ korespondensi antara lokasi pelabuhan dengan lokasi industri dimana lokasi kluster industri terlebih dahulu ada dan diikuti lokasi pelabuhan. Faktor utama yang berpengaruh dalam penentuan lokasi pelabuhan adalah jumlah kunjungan kapal. Prosentase hasil komparasi (selisih hasil perhitungan model gravitasi dengan data yang ada) untuk variabel jumlah kunjungan kapal (2,2%); daya tampung gudang/CY (2,3%); biaya transportasi/trucking (12,7%). Nilai koefisien korelasi variabel jumlah kunjungan kapal = 0,866 (keeratan hubungan: kuat/tinggi), daya tampung gudang/CY = 0,878 (kuat/tinggi), biaya transportasi (inland) = 0,699 (sedang/cukup). Persebaran muatan (ekspor) dari: Jawa Timur ke pelabuhan Tanjung Perak (97%), Tanjung Emas (1%), Tanjung Priok (2%); Jawa Tengah & D.I.Yogyakarta ke pelabuhan Tanjung Emas (72%), Tanjung Perak (15%), Tanjung Priok (13%); Jawa Barat ke pelabuhan Tanjung Priok (97,2%), Tanjung Emas (1,5%), Tanjung Perak (1,3%); DKI Jakarta & Banten ke pelabuhan Tanjung Priok (99,96%), Tanjung Emas (0,02%), Tanjung Perak (0,02%).

Keywords


model gravitasi dengan pembatas tunggal, penentuan lokasi pelabuhan, uji kebebasan (test of independency)

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.
Statistik Pengunjung