Desain Kapal Bulk Carrier Guna Pemenuhan Kebutuhan Batubara PLTU Sudimoro Pacitan

Fathan Nurudin, Hasanudin Hasanudin
Submission Date: 2020-01-31 10:05:24
Accepted Date: 2020-07-17 00:00:00

Abstract


Indonesia merupakan negara penghasil batubara peringkat ke lima di dunia dan batubara dapat digunakan dalam proses elektrifikasi untuk mendukung pertumbuhan di wilayah Jawa Timur dan Bali. Salah satu pemanfaatan batubara yaitu untuk pembangkit tenaga listrik yaitu PLTU Pacitan yang merupakan salah satu pembangkit tenaga listrik di Jawa Timur yang memiliki dua pembangkit listrik berkapasitas 315 MW. PLTU Pacitan membutuhkan bahan bakar batubara dengan jumlah 8,000 ton perharinya untuk memenuhi pasokan listrik di wilayah Jawa Timur dan Bali. Dan beberapa jenis moda transportasi yang digunakan saat ini untuk menyuplai batubara ke PLTU Pacitan antara lain, Tug & Barge, Self Propeller Barge (SPB), dan kapal Bulk Carrier. Namun melihat keadaan saat ini banyak terjadi perubahan kondisi alam yang semakin tidak menentu seperti gelombang tinggi pada waktu tertentu, sehingga pemilihan penggunaan moda transportasi tongkang dan SPB harus dilakukan evaluasi ulang karena pada waktu tertentu, cuaca buruk menyebabkan kapal tongkang tidak dapat berlayar. PT. Arutmin Indonesia merupakan salah satu pemasok batubara PLTU Pacitan yang terletak pada provinsi Kalimantan Selatan sebagai acuan rute kapal. Dengan mendesain bulk carrier ini diharapkan dapat menjadi solusi operasional kapal pada cuaca buruk dan dapat difungsikan pada tiap waktu. Penentuan payload dari bulk carrier ini berdasarkan nilai kebutuhan pasokan tiap tahun dan penentuan ukuran utama kapal menggunakan kapal pembanding yang disesuaikan dengan kondisi perairan pada saat beroperasi dengan metode regresi linear. Ukuran utama yang memenuhi kriteria teknis dan regulasi adalah Lpp = 162.7 m; B = 25.0 m; H = 14.2 m; T = 10.0 m. Tinggi freeboard minimum yang didapatkan yaitu 3274 mm, tonase kotor kapal mencapai 15,640.76 ton, Bobot Mati Kapal yaitu 29615,982 ton, kondisi stabilitas kapal memenuhi kriteria IS Code dan Grain Code, dan probabilitas deck wetness memenuhi kriteria, yaitu untuk heading 90° dengan nilai 0.012, heading 135° dengan nilai 0.014, dan heading 180° dengan nilai 0.039. Dengan kurs USD terhadap Indonesia Rupiah 14,027 didapat Biaya pembangunan sebesar Rp. 106,425,619,372.80.

Keywords


Bulk Carrier; Pembangkit Listrik; Batubara; Stabilitas;Deck Wetness.

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.
Statistik Pengunjung