Studi Demand Kereta Api Komuter Lawang - Kepanjen

Rendy Prasetya Rachman, Wahju Herijanto
Submission Date: 2013-07-31 13:23:41
Accepted Date: 2013-08-16 09:32:21

Abstract


Dengan semakin pesatnya perkembangan perekonomian di propinsi Jawa Timur, khususnya di area Malang Raya mengakibatkan tingginya perpindahan orang maupun barang di area tersebut. Oleh karena itu, masyarakat membutuhkan alat transportasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan mereka. Sehingga P.T. Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VIII akan mengoperasikan kereta api komuter Lawang-Kepanjen. Akan tetapi saat ini sebagian besar pengguna kereta api komuter masih mengalami beberapa aspek negatif yaitu seringnya terjadi keterlambatan dan kapasitas tempat duduk yang masih kurang memadai sehingga mengurangi tingkat kenyamanan. Oleh karena itu, diperlukan analisa studi tentang demand kereta api komuter Lawang-Kepanjen. Dengan studi ini diharapkan agar para calon penumpang dapat memperoleh kenyamanan sesuai yang diharapkan. Pembahasan dalam Tugas Akhir ini adalah menganalisis demand yang ada, tarif yang diinginkan masyarakat, menganalisis kapasitas kendaraan dan load factor, serta menganalisis tingkat kenyamanan kendaraan. Sehingga perlu diadakan survei traffic counting, survei asal tujuan, dan survei stated preference dalam penulisan Tugas Akhir ini. Dalam perhitungan demand digunakan metode selisih cost dan metode ratio cost. Faktor yang berpengaruh dalam perhitungan demand ini antara lain asal-tujuan kepergian responden, waktu tempuh kepergian, biaya yang dikeluarkan, frekuensi kepergian, dan minat responden untuk pindah moda menggunakan kereta api komuter ini.Dari hasil analisa didapatkan besar demand untuk kereta api komuter Lawang-Kepanjen ini pada weekend untuk arus Kepanjen-Lawang sebesar 927 orang, dan arus Lawang-Kepanjen sebesar 746 orang. Sedangkan pada weekdays untuk arus Kepanjen-Lawang sebesar 1034 orang dan arus Lawang-Kepanjen sebesar 486 orang. Masyarakat calon pengguna potensial kereta komuter ini mayoritas lebih menyukai pilihan alternatif  tarif Rp 2.000 dengan waktu tempuh 90 menit. Load factor rata-rata masyarakat yang berminat pindah moda ke kereta komuter ini pada weekend adalah 0,149 dan pada weekdays adalah 0,104. Kenyamanan tempat duduk  adalah 0,306 m2/space, dan kenyamanan berdiri dari hasil analisa didapat 0,383 m2/space..


Keywords


Lawang-Kepanjen; kereta api komuter; studi demand; faktor kenyamanan; load factor

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.
Statistik Pengunjung