Pengelolaan Limbah Elektronik di Asrama Mahasiswa di Kota Surabaya

Mutiara Aulia Adi, Yulinah Trihadiningrum
Submission Date: 2020-08-17 11:21:56
Accepted Date: 2021-01-25 18:58:32

Abstract


Asrama Mahasiswa (AM) menghasilkan limbah elektronik yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti timbal, merkuri, kadmium, dan lainnya. Limbah elektronik dapat mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis dan jumlah limbah elektronik, mengkaji kesesuaian kondisi eksisting sistem pengelolaan limbah elektronik dengan peraturan yang berlaku, serta membandingkan sistem pengelolaan limbah elektronik di AM ITS, AM UNAIR, dan AM UPN dengan di negara lain. Data jenis, dimensi, jumlah, dan berat limbah didapatkan dari observasi dan pengumpulan limbah elektronik secara langsung menggunakan drop-box selama dua minggu. Kondisi eksisting didapatkan dari observasi secara langsung dan wawancara dengan pengurus asrama. Pengelolaan limbah elektronik di AM LN didapatkan dari literatur atau artikel ilmiah. AM ITS menghasilkan limbah elektronik yaitu AC, microwave, lampu sorot, lampu PJU, headphone, kabel USB, mouse, handphone, headset, lampu, baterai AA, dan baterai AAA. AM UNAIR menghasilkan limbah elektronik facsimile, rice cooker, water kettle electric, setrika, monitor, UPS, laminator, CPU, mouse, router, keyboard, lampu, headset, adaptor, kabel olor, kabel aux, kabel USB, obat nyamuk elektrik, dan baterai laptop. Limbah elektronik yang dihasilkan oleh AM UPN yakni mesin cuci, kipas angin, televisi, lemari es, lampu, berbagai jenis kabel, saklar lampu, adaptor, headset, baterai AAA, lampu, dan obat nyamuk elektrik. Limbah elektronik di ketiga AM telah dikelola sebagai barang/aset negara namun belum dikelola sesuai dengan peraturan mengenai limbah B3 dan sampah spesifik. Persamaan pengelolaan limbah elektronik dengan di LN, yakni limbah elektronik disimpan dalam ruang penyimpanan di asrama. Perbedaan terletak pada sistem pemilahan dari sumber serta daur ulang limbah elektronik. AM luar negeri telah menerapkan hal tersebut, sedangkan AM di Kota Surabaya belum

Keywords


Asrama Mahasiswa; Limbah Elektronik; Peraturan; Pengelolaan; Surabaya.

Full Text: PDF

CC Licencing


Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Teknik ITS by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://ejurnal.its.ac.id/index.php/teknik.
Statistik Pengunjung